Kendari (beritajatim.com) – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) telah berhasil merehabilitasi kawasan mangrove seluas 25 hektar di Sulawesi Tenggara. Kegiatan penanaman 64.900 bibit mangrove di tiga lokasi yang berbeda ini tidak hanya menjadi simbol komitmen perusahaan terhadap lingkungan, namun juga membuka peluang baru bagi masyarakat sekitar.
Mangrove, sering disebut sebagai “hutan bakau”, memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Akar-akar mangrove yang kuat mampu menahan abrasi, melindungi garis pantai dari hempasan gelombang, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis biota laut. Dengan merehabilitasi kawasan mangrove, Pelindo telah membangun benteng alam yang tangguh untuk menghadapi perubahan iklim dan ancaman bencana alam.
Selain sebagai pelindung pantai, mangrove juga dikenal sebagai penyerap karbon yang sangat efisien. Hutan mangrove mampu menyerap karbon jauh lebih banyak dibandingkan hutan daratan. Dengan demikian, kegiatan rehabilitasi mangrove ini turut berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperlambat laju perubahan iklim.
Manfaat rehabilitasi mangrove tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga oleh masyarakat sekitar. Kawasan mangrove yang sehat akan menjadi tempat berkembang biak yang baik bagi berbagai jenis ikan, udang, dan kepiting. Peningkatan populasi biota laut ini secara otomatis akan meningkatkan hasil tangkapan nelayan dan memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat.
Selain itu, kawasan mangrove yang terawat dengan baik juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai objek wisata. Keindahan alam mangrove dan beragam aktivitas yang dapat dilakukan di sana, seperti wisata mangrove atau pengamatan burung, dapat menarik minat wisatawan dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Keberhasilan program rehabilitasi mangrove ini tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat antara SPTP, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sampara serta kelompok nelayan telah berperan aktif dalam pelaksanaan program ini, mulai dari penyediaan bibit hingga perawatan mangrove setelah penanaman.
Widyaswendra, Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, mengungkapkan bahwa program rehabilitasi mangrove ini merupakan langkah awal dari komitmen perusahaan untuk membangun masa depan yang berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi pihak lain untuk turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Laode Yulardhi Junus, Kepala Bidang Pengolahan Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, menyambut positif inisiatif Pelindo. “Kerjasama seperti ini sangat penting untuk mencapai tujuan bersama, yaitu mewujudkan Sulawesi Tenggara yang hijau dan berkelanjutan,” ungkapnya.[rea/*]






