Gresik (beritajatim.com)- Warga di sekitar Jalan Yosowilangun-Suci Gresik dikeluhkan warga yang melintas. Kondisi jalan yang berdebu parah. Ditambah debu yang beterbangan setiap kali kendaraan melintas sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi mengganggu kesehatan.
Jalan yang belum beraspal ini tidak diketahui kapan dituntaskan. Debu yang beterbangan masuk ke rumah dan toko milik warga sangat mengganggu penglihatan pengendara.
“Setiap hari kami harus menyapu rumah berkali-kali karena debu akibat kendaraan maupun sepeda motor yang melintas,” ujar salah satu warga Siti Aminah, Rabu (8/10/2025).
Hal senada juga dikemukakan Yudhi yang menyampaikan kondisi ini juga membahayakan pengendara sepeda motor, terutama di pagi dan sore hari saat lalu lintas cukup ramai.
“Kalau mobil lewat, debunya langsung naik tinggi, bikin jalan nggak kelihatan,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penyiraman rutin atau mengaspal jalan tersebut agar debu tidak semakin parah.
Sementara itu, secara terpisah terkait dengan keluhan warga ini. Sat Samapta Polres Gresik turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat debu tebal dari proyek pelebaran jalan yang sudah berjalan satu bulan.
Dengan menggunakan mobil water canon. Petugas menyemprot jalan yang berdebu untuk mengurangi dampak debu yang beterbangan di sepanjang jalan.
“Kami langsung bergerak setelah menerima laporan dari warga. Penyemprotan ini untuk mengurangi debu sementara sambil menunggu pihak proyek melakukan penanganan yang lebih permanen,” ujar Kasat Samapta Polres Gresik AKP Heri Nugroho. [dny/aje]






