Gresik (beritajatim.com) – Pelebaran Jalan Nasional Daendels Manyar Gresik mulai disosialisasikan. Sosialisasi dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur Bali (BBPJN Jawa Bali).
Pelebaran kali ini merupakan lanjutan dari tahap pertama yang telah rampung beberapa waktu lalu. Selanjutnya sebanyak 18 peta bidang tanah seluas 6.233 m2, dengan panjang kurang lebih 2,2 kilometer akan digunakan untuk pelebaran tahap kedua.
“Kita ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai titik lokasi proyek strategis nasional (PSN). Adanya pelebaran jalan inilah yang kita harapkan dapat membawa dampak positif terhadap Kabupaten Gresik,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani, Minggu (26/11/2023).
Menurutnya, selain dapat mengurangi kemacetan, pelebaran jalan ini juga dapat mendukung pertumbuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di JIIPE. Ini karena dalam beberapa tahun ke depan, Gresik akan menjadi salah satu titik terpenting di Indonesia.
Ini merupakan bagian dari proses yang besar. Dimana 22 tahun ke depan, Gresik akan menjadi pusat perekonomian nasional. Maka dari itu butuh dukungan panjenengan semua agar cita-cita ini dapat terwujud,” ujarnya.
BACA JUGA:
Aspal Jalan Daendels Pantura Gresik Menggelembung, Pengendara Wajib Waspada
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik, Dhiannita Tri Astuti mengatakan, pembangunan jalan diperkirakan dapat dimulai pada tahun 2024. Pelebaran jalan tersebut akan dimulai dari tikungan Desa Leran, Kecamatan Manyar hingga kawasan JIIPE.
“Kami harapkan bulan ini persiapan bisa clear semua, sehingga tahun depan kita bisa mulai membangun jalan lagi. Selanjutnya, tahun 2025 kita lanjutkan dengan pembuatan jembatan baru,” pungkasnya. [dny/but]






