Gresik (beritajatim.com) – Warga binaan perempuan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Banjarsari Gresik mendapat pelatihan tata boga dari Pengurus PAC Muslimat dan PAC Fatayat NU Kecamatan Manyar. Pelatihan ini bertujuan membekali keterampilan agar mereka lebih mandiri setelah menyelesaikan masa tahanan.
Kepala Rutan Kelas IIB Banjarsari Gresik, Yuliawan Dwi Nugroho, mengapresiasi inisiatif organisasi perempuan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Ilmu yang diberikan semoga menjadi amal jariyah dan membantu warga binaan mengimplementasikan keterampilan ini di masyarakat,” ujarnya pada Rabu (1/1/2025).
Dalam pelatihan ini, warga binaan diajarkan teknik dasar memasak hingga pengenalan berbagai menu masakan. Pelatihan langsung dipandu oleh tim dari PAC Muslimat dan PAC Fatayat NU Manyar.
Yuliawan menambahkan bahwa warga binaan tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari teori hingga praktik. Semangat ini menunjukkan keinginan mereka untuk belajar dan memperbaiki diri.
“Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan motivasi baru kepada warga binaan perempuan. Dengan keterampilan yang diperoleh, mereka bisa hidup lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat,” imbuhnya.
Yuliawan menjelaskan bahwa hasil pelatihan ini akan dievaluasi untuk melihat efektivitasnya. Tidak menutup kemungkinan, program pelatihan serupa akan dilanjutkan dan dikembangkan lebih lanjut.
“Dengan keterampilan baru ini, kami berharap warga binaan perempuan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik, mandiri, dan tanpa ketergantungan pada orang lain,” pungkasnya. [dny/beq]






