Sidoarjo (beritajatim.com) – Di hari yang cerah ini, Kamis 18 Agustus 2023, sekolah SD Muhammadiyah 01 Candi dipenuhi semangat dan antusiasme. Dalam upaya terus mengoptimalkan kualitas pendidikan inklusi, pelatihan kedua telah sukses diselenggarakan.
Ada dua topik utama. Terdiri dari “Taman Edukasi Berbasis Stimulasi Sensorik dan Motorik” serta “Pemanfaatan Media Visual dalam Pembelajaran Inklusi.” Pelatihan ini turut mendapatkan dukungan dana dari hibah BIMA 2023 yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Ketua tim ABDIMAS, Widi Arti, S.Fis., M.Kes, memberikan sambutannya dengan penuh semangat dan keyakinan. Widi Arti berbicara tentang tujuan utama dari program ini.
“Dengan program ini, kami berharap memberikan pengetahuan mendalam para guru mengenai Pemanfaatan Media Visual dalam Pembelajaran Inklusi bagi Guru SD Muhammadiyah 01 Candi dan taman Edupark Sensomotor. Harapan kami adalah pengetahuan ini dapat membantu para guru mendekati siswa dengan lebih sensitif dan memberikan informasi yang relevan,” katanya.

Materi pelatihan ini disampaikan oleh Dr. Tri Linggo Wati, M.Pd. Dengan penyajian yang menarik, para peserta pelatihan terlibat dalam berkreasi membuat media visual berteksture sebagai wawasan baru yang merupakan bagian dari kegiatan Taman Edukasi Berbasis Stimulasi Sensorik dan Motorik dan Pemanfaatan Media Visual dalam Pembelajaran.
Tidak hanya itu, program ini juga melibatkan anggota tim ABDIMAS yang memiliki kompetensi unggul dalam bidangnya masing-masing. Di antaranya adalah Sri Mukhodim Faridah Hanum, SST, Herista Novia Widanti, Ftr., M.Fis, serta dua mahasiswa berdedikasi, yaitu Faradiva dan Ardilia.
Kolaborasi antarpihak ini tidak hanya memperkaya perspektif. Tetapi, kolaborasi juga memberikan nilai tambah dalam pelaksanaan program ini.
BACA JUGA:
Pesan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor pada Wisudawan Umsida
Tak lupa, berita gembira pun disampaikan dalam pelatihan. Program ini mendapatkan dukungan dana dari hibah BIMA 2023 yang diberikan oleh Kemendikbud. Sebuah dukungan yang menegaskan komitmen Pemerintah dalam memajukan pendidikan inklusi di Indonesia.
Pelatihan yang berlangsung di ruang pertemuan sekolah SD Muhammadiyah 01 Candi ini memberikan harapan bahwa para guru dapat mengembangkan metode pembelajaran inklusif yang lebih efektif dan sensitif. Dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk berinovasi, pendidikan inklusi di sekolah semakin berkualitas dan inklusif. [but]






