Jember (beritajatim.com) – Persema Malang dihajar 0-3 oleh tuan rumah Persid dalam pertandingan Liga 3 Grup H Zona Jawa Timur, di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Selasa (5/12/2023). Namun kekalahan telak itu bukannya tanpa alasan.
Dwi Karyawanto, pelatih Persema, mengakui bahwa Persid bermain lebih bagus dan lebih siap. Namun permainan Persema di luar harapannya. “Ini di luar ekspektasi kami. Seharusnya tidak seperti itu. Mungkin pemain kecapekan,” katanya, usai pertandingan.
Situasi jelang pertandingan membuat persiapan pemain tidak maksimal. Pertama, pemain Persema tidak bisa menjajal lapangan stadion JSG karena baru tiba di Jember pada Senin (4/12/2023) malam. Tim tersebut berangkat dari Malang dengan naik kereta api pada Senin sore. “Kami datang terlalu malam, jam 2300 WIB baru sampai di sini,” kata Karyawanto..
Kedua, para pemain tidak sempat melakukan pemanasan cukup jelang pertandingan perdana melawan Persid. “Kami terlambat warming up. Penginapan kami di Kecamatan Ambulu jauh sekali dari stadion. Perhitungan kami meleset. Kami perkirakan perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit, tapi ternyata tadi perjalanan hampir satu jam karena macet,” kata Karyawanto.
Begitu sampai stadion, para pemain Persema langsung bersiap masuk ke dalam lapangan. “Jam 14.50 kami baru tiba,” kata Karyawanto.
Karyawanto tidak tahu alasan pengurus memilih lokasi penginapan di Ambulu. Namun ia tak mau mencari kambing hitam. “Banyak sekali kekurangan kami pada pertandingan sore ini, terutama di lini pertahanan, koordinasi antarlini, dan penyelesaian akhir,” katanya.
Namun, ketidaksiapan pemain karena datang terlambat ke stadion terlihat pada menit-menit awal pertandingan. Menurut Karyawanto, anak-anak asuhnya tertekan. “Begitu memasuki menit 20-30, kami mulai bisa mengimbangi. Terbukti ada beberapa peluang yang seharusnya bisa masuk. Tapi kami kurang beruntung saja,” katanya.
Yan Bayu Saputra, kapten Persema, mengakui para pemain muda Laskar Ken Arok grogi bertanding di bawah tatapan mata pendukung Persid. Dia berharap pemain bisa melakukan introspeksi dan membenahi kesalahan yang diperbuat dalam pertandingan pertama. “Kami harus menang terus dalam lima pertandingan selanjutnya,” katanya.
Beruntung, tidak ada pemain Persema yang cedera dalam pertandingan pertama. “Tadi ada benturan sedikit, tidak ada masalah. Yang jelas, pemain kami masih bisa bermain pada pertandingan berikutnya,” kata Karyawanto.
Karyawanto akan mengevaluasi permainan tim menjelang pertandingan melawan Kresna Unesa, Kamis (7/12/2023). “Mungkin berkaitan dengan taktik dan strategi saja, karena memperbaiki (total), kami sudah berada dalam kompetisi,” katanya. [wir]
Klasemen Sementara Grup H Liga 3 Zona Jatim
1. Persid … 1… 1… 0… 0… 3-0 … 3
2. Pasuruan United … 1… 1… 0… 0… 2-0… 3
3. Kresna Unesa …1 …0 … 0… 1… 0-2… 0
4. Persema … 1… 0… 0… 1… 0-3… 0






