Surabaya (beritajatim.com) – PSIS Semarang sukses menahan imbang Persebaya Surabaya dengan skor 1-1 dalam lanjutan Liga 1 Indonesia, Rabu (12/3/2025), di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Gol dramatis Septian David Maulana di menit tambahan 90+4 memastikan satu poin berharga bagi tim tamu.
Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius, mengakui bahwa hasil imbang ini diraih dengan perjuangan keras. Pasalnya, di babak pertama PSIS tertinggal lebih dulu akibat gol Fransisco Rivera pada menit ke-44.
“Saya pikir kami tidak berhasil mencuri poin karena di menit akhir babak pertama kami sudah kebobolan. Namun, di babak kedua, tim lawan juga bermain lebih baik,” ujar Gilbert dalam konferensi pers usai pertandingan.
Gilbert juga mengungkapkan bahwa PSIS Semarang sebenarnya tidak diunggulkan untuk menyamakan kedudukan. Ia menilai Persebaya seharusnya bisa mempertahankan keunggulan dan memenangkan laga.
“Persebaya bermain sangat baik di babak kedua. Sayangnya, Oktavianus Fernando gagal mencetak gol di hadapan 13 ribu suporter Persebaya, dan justru kami mampu memanfaatkan peluang di menit akhir untuk menyamakan kedudukan,” tambahnya.
Sementara itu, kapten tim PSIS Semarang, Septian David Maulana, menegaskan bahwa menghadapi Persebaya bukanlah tugas mudah, mengingat tim asuhan Paul Munster tersebut berada di papan atas klasemen.
“Saya akui, tidak mudah melawan tim besar seperti Persebaya, apalagi untuk bisa menahan imbang mereka. Tapi satu poin ini menjadi motivasi bagi kami setelah beberapa pertandingan sebelumnya gagal meraih hasil positif,” ungkap Septian.
Dengan tambahan satu poin ini, PSIS Semarang berharap bisa bangkit dari keterpurukan. Saat ini, tim asal Semarang tersebut masih berada di peringkat ke-15 klasemen sementara Liga 1 Indonesia.
“Semoga hasil ini menjadi awal kebangkitan tim. Jujur, saat ini kami berada di posisi yang kurang baik di klasemen, jadi harapan kami adalah segera keluar dari zona degradasi,” pungkas Septian. (way/ted)






