Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Madura United FC, Rahmad Darmawan mengaku timnya kurang beruntung saat dikalahkan Persita Tangerang pada laga pekan ke-10 BRI Liga 1 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (6/11/2021).
Pada laga tersebut, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab menyerah dengan skor tipis 1-2. Padahal mereka sempat unggul 1-0 pada interval pertama, dan akhirnya Persita sukses membalikkan keadaan sekaligus memenangi pertandingan masa masa ekstra time.
[berita-terkait number=”4″ tag=”madura-united”]
Terlebih pada laga tersebut, Fachruddin Aryanto dan kawan-kawan tampil dominan sepanjang pertandingan. “Beberapa peluang mampu kita dapatkan, tapi tampaknya hari ini kami memang dijauhkan dari keberuntungan,” kata Rahmad Darmawan.
Sementara gol lawan pada masa ekstra time terjadi akibat anak asuhnya kehilangan kontrol pada beberapa kesempatan. “Kami kehilangan kontrol dan kebobolan dengan mudah, itulah hukuman jika kita membuat kesalahan dalam sebuah pertandingan,” ungkapnya.
Tidak kalah sulit, pihaknya badai cedera dalam skuadnya juga memusingkan menerapkan skema terbaik. “Dari total lima pergantian pemain juga kami lakukan di luar skema akibat cedera. Hanya Bayu Gatra yang bisa main, tapi kami ganti sebagai upaya penyegaran. Empat lainnya diganti karena cedera,” jelasnya.
“Sementara untuk gol tadi memang bisa saja terjadi pada siapapun, kebetulan hari ini gol itu menimpa tim kami. Apapun hasilnya para pemain sudah berusaha dan kami tentu bertanggung jawab atas hasil yang kami capai hari ini,” pungkasnya. [pin/suf]






