Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Madura United, Alfredo Vera, mengenang kembali masa-masa indahnya bersama Persebaya Surabaya saat menginjakkan kaki di kantor klub lamanya yang berlokasi di Sutos, Surabaya, Sabtu (19/4/2025). Momen tersebut menjadi nostalgia tersendiri bagi pelatih asal Argentina ini yang pernah membawa Persebaya naik kasta dari Liga 2 ke Liga 1 pada tahun 2017.
Ketika memasuki kantor, Alfredo tampak terkejut melihat deretan foto-foto besar yang mengabadikan momen kejayaan Persebaya. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah foto saat Persebaya merayakan promosi ke Liga 1, yang masih terpajang dengan jelas.
“Iya Persebaya ini memang banyak sekali kenangannya, apalagi di stadion Gelora Bung Tomo banyak momen yang tak terlupakan di setiap sudut. Apalagi dengan atmosfer suporter begitu melekat,” kenangnya.
Tak hanya foto, Alfredo juga mengingat betul trofi yang terpajang di lobby kantor. Dengan senyum nostalgia, ia bahkan memegang piala tersebut sejenak di hadapan awak media, seolah mengenang momen-momen emas yang pernah ia ukir bersama Bajul Ijo.
Namun, semua kenangan manis itu kini tinggal sejarah. Pada Minggu (20/4/2025), Alfredo Vera akan berdiri di sisi berseberangan saat tim asuhannya, Madura United, menghadapi Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo. Ia menyadari bahwa kali ini, fokus utamanya bukanlah nostalgia, melainkan strategi untuk membawa pulang kemenangan.
“Saat ini fokus saya kepada tim Madura, bagaimana saya bisa mengambil tiga poin di laga melawan tim papan atas ini,” ungkap Alfredo.
Persebaya Surabaya sendiri kini tengah berada di posisi ketiga klasemen sementara BRI Liga 1, menjadikan laga ini sangat krusial bagi Madura United dalam upaya menjaga persaingan di papan atas. Laga yang penuh emosi, strategi, dan kenangan ini dipastikan akan menjadi salah satu pertandingan paling dinanti akhir pekan ini. [way/ian]






