Malang (beritajatim.com) – Koperasi Merah Putih Karangbesuki, Kota Malang, menjadi harapan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Koperasi yang beroperasi sejak 4 Juni 2025 itu kini memiliki 160 anggota dengan mayoritas pelaku UMKM.
Anggota Koperasi Merah Putih Ni Kadek Sinta mengakui bahwa kehadiran koperasi Merah Putih menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Termasuk usahanya dibidang kuliner. Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi. Salah satunya adalah jangkauan pemasaran.
“Jadi kami ini sebagai wadah bagi para UMKM, produk-produk mereka dititipkan ke kami, ada pencatatannya. Istilahnya kami ini tokonya, lapaknya, market place-nya,” ujar Sinta, Kamis, (21/8/2025).
Tetapi semangat para pelaku UMKM juga dihadapkan dengan situasi sulit ekonomi yang lesu. Kondisi ini benar-benar mereka rasakan dampaknya. Keberadaan KMP bagi mereka adalah secerca harapan meski masih berusia 3 bulan berjalan.
“Apalagi kondisi ekonomi saat ini lagi turun ya, jadi kami berupaya untuk meningkatkan usaha mereka, bisa meningkatkan penjualan,” ujar Sinta.
Di KMP Karangbesuki menjual aneka produk UMKM mulai dari keripik pisang, produk inovatif seperti Makanan Pendamping ASI (MPASI) dari otak dan hati sapi untuk mencegah stunting, lilin aromaterapi hasil daur ulang minyak jelantah hingga kopi dampit.
Untuk pemasaranya melalui offline atau penjualan langsung dan online lewat whatsapp. Mereka juga rutin mengikuti bazar agar produk mereka terus terjual dan tidak berhenti produksi.
“Kami selain offline juga jualan online melalui WA Group, Lapak Karangbesuki, pembelian melalui WA Group. Offline-nya kami seperti ikut event kelurahan, juga mengikuti bazaar porprov kemarin selama 4 hari, bergiliran dengan kelurahan lain,” ujar Sinta.
Sementara Menteri Komunikasi, Digitalisasi, dan Informatika (Komdigi) Meutya Hafid yang meninjau Koperasi Merah Putih Karangbesuki menekankankan pentingnya menguasai digital. Pemasaran digital dianggap efektif untuk meningkatkan penjualan. Termasuk pelatihan digital bagi sumber daya manusianya.
“Kami sudah cek di wilayah ini, Alhamdulillah sinyalnya sudah cukup baik. Yang kedua adalah melakukan pelatihan dan upskilling untuk digitalisasi dari koperasi. Agar layanan-layanan yang dilakukan oleh Koperasi Merah Putih ini juga bisa berbasis digital,” ujar Meutya. (luc/but)






