Blitar (beritajatim.com) – Pelaku pembunuhan dua wanita di shelter anjing, Azza, menangis saat hendak menjalani reka ulang. Azza terlihat mengusap kedua matanya saat hendak memperagakan perbuatannya membunuh Ragil Sukarno dan Luciani.
Pemuda polos itu terlihat meneteskan air mata sebelum memperagakan 20 adegan pembunuhan.
Meski terlihat menangis namun pelaku yang merupakan warga Kabupaten Kediri tetap lancar memperagakan seluruh adegan dirinya membunuh sang majikan dan asistennya.
“Untuk adegannya ada 20 reka adegan. Ada (perencanaan) karena pada hari Jumatnya direncanakan setelah ada ketidaksesuaian dengan kontrak kerja dan dilarang Jumataan,” kata AKP Hendro Utaryo, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, Jumat (19/1/2024).
Total ada 20 adegan yang diperankan oleh pelaku. Pembunuhan Ragil Sukarno dan Luciani terjadi pada adegan 10 hingga 13.
Pelaku diketahui membunuh sang majikan dan asistennya menggunakan golok. Dari reka adegan ini juga diketahui bahwa pelaku beberapa kali menyabetkan goloknya ke kedua korban.
“Untuk korban pertama Ragil ada bacokan di leher dan kepala. Sementara untuk Luciani ada 20 bacokan,” terang Hendro.
Tidak ada temuan fakta baru dalam reka adegan ini. Semua sesuai dengan BAP dari pihak Satreskrim Polres Blitar Kota.
Hasil sementara diketahui, pelaku memang sengaja merencanakan pembunuhan terhadap majikan dan asistennya. Hal itu dipicu oleh ketidaksesuaian gaji dengan kesepakatan yang ada sebelumnya.
Selain itu faktor dilarangnya pelaku untuk menunaikan Sholat Jumat juga menjadi puncak kemarahan pelaku. Hingga akhirnya Azza gelap mata dan nekat membunuh Ragil Sukarno dan Luciani.
“Sejauh ini semua sama dengan keterangan pelaku dan sesuai juga dengan hasil forensik,” tutup Hendro saat ditanya mengenai temuan fakta baru.
Kini Azza harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pemuda asal Ngadiluwih Kabupaten Kediri itu kini terancam dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati. [owi/beq]






