Lamongan (beritajatim.com) – Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, mendorong para pelaku usaha di Kabupaten Lamongan untuk mengoptimalkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon pinjaman di bawah Rp100 juta guna memperkuat permodalan dan mengeskalasi kapasitas bisnis.
Menurut Nila, kemudahan akses pembiayaan yang disubsidi pemerintah tersebut patut dimanfaatkan secara efektif oleh para pelaku ekonomi kreatif (ekraf), khususnya skala mikro dan kecil yang membutuhkan suntikan modal untuk ekspansi produksi maupun jangkauan pemasaran.
“Ekonomi kreatif ini merupakan new engine of growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi. Harapannya, sektor ekraf di Kabupaten Lamongan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendongkrak perekonomian daerah,” ujar Nila dalam acara Fasilitasi Pendaftaran Merek dan Pemahaman Kekayaan Intelektual Bagi Pelaku Ekraf di Kabupaten Lamongan, Rabu (4/11/2026).
Politisi yang akrab disapa Ning Nila itu menilai bahwa potensi ekraf amat besar. Namun, akselerasinya membutuhkan dukungan regulasi yang konkret, mulai dari aspek legalitas perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) hingga kemudahan perbankan.
“Kami berharap fasilitas pinjaman di bawah Rp100 juta ini betul-betul dioptimalkan oleh teman-teman ekraf dan mendapat kemudahan proses dari bank-bank Himbara,” tegasnya.

Komisi VII Kawal Penyaluran KUR dan Siapkan Peta Jalan Ekraf
Guna memastikan skema pembiayaan tepat sasaran, Komisi VII DPR RI bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memperketat pengawasan penyaluran KUR secara berjenjang dari tingkat pusat hingga kantor cabang perbankan di daerah.
Bahkan, Komisi VII telah membentuk Panitia Kerja (Panja) KUR untuk mengawasi operasional perbankan agar penyaluran kredit berjalan prudent, transparan, dan terbebas dari penyimpangan prosedur.
Tak hanya fokus pada penguatan permodalan, Nila juga merancang langkah strategis untuk membangun ekosistem ekraf yang berkelanjutan di Lamongan melalui penyusunan peta jalan (roadmap) bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan.
“Pemerintah daerah dan dinas teknis terkait akan dilibatkan penuh dalam penyusunan roadmap untuk memetakan potensi lokal unggulan yang layak dibawa ke tingkat nasional. Insyaallah, hasilnya dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Lamongan,” pungkasnya. [fak/but]






