Magetan (beritajatim.com) – Seorang pelajar SMK berinisial D (18) asal Kecamatan Takeran, Magetan diduga menceburkan diri ke aliran Bengawan Madiun di kawasan Jembatan Ngujur, Desa Goranggareng, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Rabu (22/4/2026). Korban meninggalkan motornya yakni Yamaha MX King nopol AE 3721 OW kelir biru di pinggir jembatan.
Hingga kini, korban masih dalam proses pencarian.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, keberadaan korban pertama kali diketahui setelah sepeda motor miliknya ditemukan terparkir di atas jembatan. Selain motor, ditemukan pula sepasang sandal yang diduga milik korban.
Kevin Favian Surya Pratama (20) teman korban, mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah dihubungi orang tua korban pada pagi hari. Ia menyebut, orang tua korban mendapat informasi bahwa motor anaknya berada di lokasi tersebut.
“Saya tahunya tadi pagi ditelepon orang tuanya. Dikasih tahu kalau motor korban ditemukan di sini. Dugaan sementara dia menceburkan diri ke sungai,” ujar Kevin.
Menurutnya, korban masih berstatus pelajar dan seharusnya lulus pada tahun ini. Ia terakhir bertemu korban sekitar sepekan lalu. Terkait kemungkinan adanya permasalahan pribadi, Kevin mengaku tidak mengetahui secara pasti, namun dari keterangan orang tua korban disebutkan adanya tanggung jawab yang sedang dihadapi korban.
Kevin juga menambahkan, korban diketahui keluar rumah sekitar pukul 20.00 WIB tanpa membawa telepon genggam dan tanpa berpamitan kepada keluarga.
Sementara itu, saksi lain bernama Ahmad mengaku melihat situasi mencurigakan di sekitar lokasi sebelum kejadian. Namun ia tidak mengetahui secara pasti apakah korban sendirian atau bersama orang lain saat berada di jembatan.
“Diduga nyebur, tapi saya tidak tahu pasti. Motornya diamankan di warung sate dekat lokasi,” kata Ahmad.
Saat ini, sepeda motor korban telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai bagian dari proses penyelidikan. Petugas gabungan bersama warga masih melakukan pencarian di sekitar aliran sungai untuk menemukan korban.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor guna membantu proses pencarian. [fiq/beq]
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala depresi atau menunjukkan tanda-tanda ingin melakukan aksi bunuh diri, segera cari bantuan profesional. Anda bisa menghubungi layanan darurat Kementerian Kesehatan di nomor 119 untuk mendapatkan pertolongan.






