Lamongan (beritajatim.com) – Women Futsal Championship 2024 yang digelar Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Lamongan, mendapat sambutan antusias dari kalangan pelajar.
Antusiasme tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang berpartisipasi dalam turnamen yang berlangsung selama tiga hari di Gedung Sport Center Lamongan tersebut. Total ada sebanyak 15 tim tingkat SMA sederajat dan 9 tim tingkat SMP.
Melihat antusiasme yang besar, Sekertaris Daerah Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, meminta Komite Olahraga Nasional Indoensia (KONI) Kabupaten Lamongan dan Askab PSSI Lamongan menjadikan event tersebut menjadi agenda rutin tahunan.
“Women futsal atau futsal putri baru pertama kali dilakukan tapi cukup memuaskan. Jadi kita harus memberikan wadah bagi anak-anak kita,” kata Nalikan, saat membuka gelaran turnamen tersebut, Selasa (13/8/2024).
Nalikan juga meminta KONI dan Askab PSSI Lamongan untuk melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah, agar dapat melahirkan bibit-bibit atlet futsal putri.
“Bayangkan kalau sudah sering digelar turnamen semacam ini, akan lebih ‘megilan’. Jadi perlu dilakukan pembinaan. Saya yakin futsal utamanya putri bisa berjalan baik dan akan lahir bibit atlet nasional dari Kabupaten Lamongan,” ucapnya.
Nalikan juga memberikan apresiasinya kepada seluruh atlet, pelatih, panitia dan wasit futsal serta seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam kemeriahan turnamen kali ini.
“Jaga sportifitas dan kebersamaan, kita adalah saudara bagian dari masyarakat Lamongan, saya yakin adik-adik semua punya minat bakat dan tunjukan yang terbaik untuk Kabupaten Lamongan,” ujarnya.
Bagai gayung bersambut, Ketua Sakab PSSI Lamongan, Edy Yunan Achmadi, menyampaikan bahwa pembinaan usia muda menjadi salah satu fokus dari program PSSI Lamongan. Salah satunya melalui berbagai turnamen usia dini yang digelar secara masif.
Seperti yang belum lama ini berlangsung, yakni turnamen kelompok umur U-9 sampai dengan U-15, yang diikuti berbagai sekolah sepakbola di Kabupaten Lamongan.
“Ini merupakan salah satu upaya kami bagaimana kita nantinya mendapatkan bibit-bibit pemain muda. Khususnya untuk pemain futsal atau seoakbola wanita,” kata Yunan.
Menurut Yunan, saat ini pesepakbola wanita di Kabupaten Lamongan masih sangat minim. Sehingga perlu digalakkan penyelenggaraan turnamen seperti Woman Futsal Championship 2024, sebagai wadah penyaluran potensi.
“Diharaokan melalui kegiatan ini nantinya bisa mendapatkan pemain-pemain yang potensial, bibit-bibit pemain yang nantinya bisa berkiprah baik di level regional maupun nasional,” ucapnya. [fak/aje]






