Banyuwangi (beritajatim.com) – Mendekati hari raya idul fitri arus mudik Pelabuhan Ketapang Banyuwangi terpantau mulai padat, Sabtu (14/03/2026).
Mayoritas penumpang yang datang dari Pelabuhan Gilimanuk didominasi menggunakan angkutan pribadi.
General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan pelabuhan akan tutup 39 jam pada 18-20 Maret. Penutupan dilakukan karena hari Raya Nyepi di Bali. Oleh karenanya prediksinya masyarakat akan mudik lebih awal sebelum penutupan berlangsung.
“Kami memprediksikan puncak arus mudik justru sebelum penutupan, sekitar 14 sapai 17 Maret,” ujarnya.
Salah satu pemudik dari Pelabuhan Gilimanuk, Arief Setiawan mengaku memilih menyebrang ke Banyuwangi lebih awal sebelum perayaan nyepi dilaksanakan di Pulau Dewata.
“Tahun ini kebetulan nyepi dan mepet hari raya juga jadi sekalian pulang lebih awal,” ujarnya.
Arief mengaku, selain menghindari perayaan nyepi di Pulau Dewata pihaknya juga berharap pemilihan jadwal mudik lebih awal bisa terhindar dari macet.
“Harapan awal berangkat lebih cepat dari tanggal penutupan menghindari macet, tapi ternyata tetap terjebak macet sekitar 4 jam di daerah hutan cekik, tapi karena kondisinya tidak parah jadi tertib,” tandasnya. (ted)






