Pekerjaan rumah Bernardo Tavares belum sepenuhnya selesai. Hasil imbang 1-1 dengan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC di hadapan 3.058 orang penonton yang memadati Stadion Sumpah Pemuda, Sabtu (5/9/2026), menunjukkan banyak hal yang harus diperbaiki.
Terlepas dari minimnya penguasaan bola (27 persen dibanding 73 persen menurut situs resmi Persebaya) yang merupakan bagian dari taktik Tavares, namun akurasi operan yang hanya 60 persen tak akan bisa membawa kemenangan.
Bermain dengan filosofi serangan balik kilat membutuhkan akurasi operan dan efektivitas tembakan. Gol yang dicetak Yann Mabella pada menit 13 sebenarnya adalah contoh paripurna skema serangan balik Tavares, jika akurasi operan terjaga.
Hanya butuh dua opern pendek dan satu operan panjang yang melibatkan empat pemain Persebaya untuk membuka rekening gol musim ini. Akurasi operan Rahmat Irianto ke Mabella seperti itulah yang seharusnya dimiliki sebuah tim yang sejak awal meniatkan diri untuk membiarkan lawan menguasai bola dengan maksud menanti momentum kelengahan.
Namun dengan hanya tiga tembakan tepat sasaran dari delapan tembakan ke gawang Bhayangkara, lini depan Persebaya belum sepenuhnya tajam. Sesuatu yang sebetulnya sudah terlihat dalam turnamen Piala Presiden 2026.
Turnamen itu memang berakhir bahagia untuk Persebaya. Namun jika dilihat dari perjalanannya, produktivitas Persebaya masih jauh dari membahagiakan. Kemenangan 1-0 atas Persija dalam penyisihan Grup B berkat gol bunuh diri Radovan Pankov yang terjadi karena keteledoran lini belakang Persija.
Gol tunggal ke gawang PSMS Medan dicetak pemain belakang Yuran Fernandes melalui skema bola mati, memanfaatkan tendangan sudut yang dieksekusi dengan baik oleh Ramalho. Setelah menang tipis 2-1 atas Port FC, Persebaya hanya menang 1-0 atas Arema di semifinal yang lagi-lagi gol dicetak dengan kepala Yuran melalui skema tendangan sudut.
Bonek senang melihat Ramadan Sananta mencetak gol dalam pertandingan final melawan Persib Bandung. Namun pemnuktian mantan penyerang Persis Solo itu tentu adalah saat kompetisi Super League bergulir.
“Kami sebenarnya menciptakan beberapa peluang dan sempat unggul lebih dulu. Sayangnya, pada momen-momen terakhir kami kurang bagus dalam mengambil keputusan sehingga tidak mampu mempertahankan keunggulan,” kata Tavares.
Kehadiran Saddil Ramdani yang didatangkan dari Persib Bandung dengan status pinjaman tentu diharapkan mempertaham daya gedor lini depan Persebaya. Pemain kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara, itu diharapkan bisa membuat serangan balik Tavares lebih variatif melalui kecepatan dan kelincahannya dari sektor sayap. [wir/ian]






