Surabaya (beritajatim.com) – Seorang pekerja proyek drainase Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berinisial PHS (31) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja di lokasi proyek Jalan Ketintang Madya pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 23.48 WIB. Warga Jalan Lasem, Krembangan ini mengembuskan napas terakhirnya di RS Bhayangkara setelah terjatuh dan membentur siku-siku beton saluran saat aktivitas pemindahan material berlangsung.
Kepolisian Sektor (Polsek) Jambangan segera melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah menerima laporan insiden tersebut. Kapolsek Jambangan, AKP Budhianto, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini bermula ketika para pekerja sedang memindahkan U-ditch atau beton pracetak untuk saluran air.
“Diduga korban jatuh dari pinggir saluran yang belum jadi, lalu tubuhnya membentur bagian siku-siku saluran,” ungkap Budhianto pada Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi yang merupakan rekan kerja korban, insiden terjadi akibat ketidakstabilan posisi material saat dipindahkan menggunakan alat berat. Korban diduga terkejut saat ekskavator gagal memindahkan U-ditch dengan stabil, sehingga memicu goncangan yang menyebabkan beton runtuh.
“Saat posisi U-ditch goyang atau tersenggol hingga runtuh, di situlah korban ikut terjatuh,” tambah AKP Budhianto menjelaskan kronologi jatuhnya korban ke dalam area galian proyek.
Meski terjatuh dari ketinggian yang cukup berbahaya, PHS dilaporkan masih dalam kondisi hidup saat proses evakuasi awal dilakukan oleh rekan-rekannya. Korban langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Surabaya untuk mendapatkan tindakan medis intensif, namun nahas nyawanya tetap tidak tertolong.
Pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya menunjukkan bahwa benturan keras pada bagian vital menjadi penyebab utama kematian. Korban mengalami cedera serius yang mengakibatkan kegagalan fungsi organ saat berada di rumah sakit.
“Dari Tim Inafis Polrestabes Surabaya menginformasikan yang terluka parah itu bagian dada. Saat ini korban sudah dipulangkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan,” pungkasnya. [rma/ian]





