Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC tertahan di posisi zona merah degradasi, pasca kembali gagal mendulang poin saat bertandang ke markas Persik Kediri, pada pekan ke-13 Liga 1 di Stadion Brawijaya Kediri, Jum’at (6/12/2024) lalu.
Sebab pada laga bertajuk Derby Jawa Timur, Laskar Sape Kerrab terpaksa menyerah dari tuan rumah Macan Putih dengan skor tipis 1-0 melalui gol semata wayang yang dicetak Al-Hamra Hehanussa pada menit 15′.
Terlebih pada laga tersebut, salah satu pemain kebanggaan suporter Madura Bersatu, Sandi Arta Samosir juga terpaksa keluar lebih awal sebelum laga usai akibat kartu merah langsung pada menit 88.
Akibat kegagalan menambah poin saat bertandang ke markas Persik Kediri, tim binaan Paulo Meneses harus tertahan di posisi 17 klasemen sementara dengan mengoleksi hanya 6 poin dari 13 laga yang dijalani.
Total torehan 6 poin tersebut didapat berkat hasil sekali menang, 3 kali imbang, serta 9 laga lainnya berakhir dengan kekalahan dari 13 laga yang dijalani di kompetisi kasta tertinggi sepakbola tanah air, Liga 1 Musim 2024-2024.
Kondisi tersebut menjadi catatan tersendiri bagi tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, sekaligus menjadi awal bagi mereka memulai kompetisi dengan situasi memprihatinkan.
Namun peluang menambah poin bisa realisasikan ketika menjamu tim penghuni dasar klasemen, Semen Padang, pada pekan ke-14 Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Madura, Selasa (10/12/2024) mendatang.
Laga tersebut tentu harus dimaksimalkan untuk mengamankan poin, sekaligus menjaga asa untuk segera keluar dari zona merah degradasi. Terlebih sejauh ini, mereka sudah menelan 5 kekalahan secara beruntun di kompetisi domistik. [pin/aje]






