Bojonegoro (beritajatim.com) – Seorang pejalan kaki berinisial EH (64), warga Kelurahan Ledok Kulon, Kabupaten Bojonegoro, meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Ambarawa Ekspres di jalur hulu KM 123+200 antara Stasiun Bojonegoro (BJ) dan Kalitidu (KIT), Jumat (2/5/2025).
Menurut Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 11.10 WIB. Saat kejadian, korban tengah berjalan kaki dari arah selatan ke utara di jalur kereta dan tidak menyadari datangnya KA Ambarawa Ekspres dari arah barat.
“Korban mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Bojonegoro oleh petugas kepolisian,” jelas Luqman, Jumat (2/5/2025).
Pasca kejadian, petugas KAI bersama anggota Polsek Bojonegoro segera mengamankan lokasi dan mengatur lalu lintas kereta untuk mencegah gangguan lebih lama. Akibat insiden ini, perjalanan kereta sempat tertahan selama tiga menit.
Sebagai tindak lanjut, KAI melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Bojonegoro dan perangkat RT setempat untuk membongkar urugan jalan yang kerap digunakan warga melintasi rel. Langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.
“Kerugian materiel nihil, tapi kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak berjalan di jalur rel kereta api demi keselamatan bersama,” tegas Luqman.
KAI juga kembali mengimbau masyarakat agar tidak melintasi rel secara sembarangan, terutama di luar perlintasan resmi. Kesadaran dan kepatuhan warga terhadap aturan keselamatan perkeretaapian sangat dibutuhkan untuk mencegah kecelakaan. [lus/beq]







