Malang (beritajatim.com) – Seorang pegawai Bank Cabang Pembantu Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, ditemukan tewas di dasar Jembatan Kalimanjing.
Dugaan sementara, korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara meloncat dari atas jembatan.
Jembatan Kalimanjing sendiri berada di Desa Lebakroto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Jembatan curam ini akses utama menuju Lumajang hingga tembus jembatan Gladak Perak yang hancur diterjang erupsi Gunung Semeru tahun 2021 lalu.
Informasi diperoleh, korban meninggal atas nama Seprobo Dewangga (29), warga Jalan Madenur RT02/RW01, Desa Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Dewangga atau akrab disapa Angga itu, sejak beberapa tahun terakhir menetap di Dusun Serut Desa Gedog Wetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Menurut Kromo, salah satu tetangga korban mengatakan, korban Angga bekerja sebagai teller di sebuah Bank Cabang Pembantu Sumbermanjing Wetan sekitar 5 tahun.
“Dia (Angga) tinggal dirumah yang dia beli di Gedog Wetan bersama istrinya. Istrinya seorang janda satu orang anak. Sedangkan perkawinan Angga dengan wanita asal Desa Sawahan Turen ini, juga mendapatkan satu orang anak yang kini masih kecil. Saya tidak tahu permasalahan apa yang terjadi pada Angga, sehingga ia nekat bunuh diri. Anaknya pendiam, baik, ramah dan selalu bertegur sapa terhadapa warga disekitar,” ungkap Kromo, Minggu (16/10/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”bunuh-diri”]
Warga lain dilingkungan yang sama menyakini, perbuatan nekat Angga dijurang jembatan berkedalaman 125 meter ini, murni akibat bunuh diri. Warga juga mengaku tidak tahu motif dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh korban. Pasalnya, selain rumahnya jauh, istri korban hingga proses pemakaman jenazah korban kemarin tampak terlihat syok.
“Dari informasi yang saya dapat, korban pergi meninggalkan rumah pada hari Kamis (13/10/2022) pukul 20.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor beat milik istrinya. Sepertinya rencana bunuh diri itu sudah tertata matang, karena kepergian korban menuju lokasi jembatan Kalimanjing tidak membawa dompet serta HP. Selain itu, kunci laci di bank tempat ia bekerja juga sudah ia serahkan,” bebernya.
Sebagai informasi, sesampainya di Kalimanjing sekitar pukul 22.00 WIB, korban memutuskan ngopi diwarung kopi dekat lokasi. Kemudian sekitar pukul 24.0 WIB putra bungsu dari pasangan Tono dan Poniyah ini pamit keluar pada pemilik warung. Lalu terdengar suara “Bruk.. bruk…””. Suara itu sontak membuat kaget penjual kopi di tempat itu.
Setelah terdengar suara itu, penjual warung kopi tidak mendengar lagi pemilik sepeda motor itu kembali ke warungnya.
“Pada hari Sabtu (15/10/2022) kemarin itu, pemilik warung menceriterakan kejadian tersebut kepada warga. Kemudian warga mencari tahu keberadaan benda didalam jurang tepi di tepi Jembatan Kalimanjing. Ternyata Angga ditemukan tewas dengan tangan dan kaki dalam kondisi patah,” uajr salah seorang warga menanggapi unggahan video di Medsos yang ramai jadi perbincangan.
Jasad Angga kemudiaan dibawa keluarga dan dimakamkan di TPU Desa Sumbermanjing Wetan. Keluarga menolak korban dilakukan otopsi. (yog/ted)






