Jakarta (beritajatim.com) – Pimpinan Pusat Pagar Nusa menginstruksikan seluruh jajaran di Indonesia untuk menggelar sholat gaib, tahlil, dan doa bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Instruksi ini dituangkan secara resmi dalam surat bernomor 703/PP‑IV/A‑1/A‑I/X/2025 tertanggal 2 Oktober 2025. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh pengurus Pagar Nusa mulai dari tingkat wilayah, cabang, anak cabang, ranting, hingga rayon di seluruh Indonesia.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Menurutnya, pesantren merupakan pusat pendidikan dan pembinaan spiritual. Oleh karena itu, musibah yang menimpa pesantren bukan hanya menjadi duka lokal, tetapi juga menjadi duka kolektif bagi seluruh komunitas Nahdlatul Ulama, termasuk Pagar Nusa.
“Musibah ini menggugah kepedulian kita semua. Ketika pesantren — yang menjadi rumah ilmu dan akhlak — ditimpa ujian, seluruh keluarga besar Pagar Nusa wajib hadir secara moral dan spiritual,” ujar Gus Nabil.
Lebih lanjut, Gus Nabil menegaskan bahwa Pondok Pesantren Al Khoziny memiliki peran penting dalam pembinaan kader Pagar Nusa. Pesantren ini telah melahirkan banyak pendekar muda yang tidak hanya berprestasi di arena pencak silat, tetapi juga memiliki akhlak yang santun serta berperan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Al Khoziny adalah sumber lahirnya kader berprestasi. Banyak pendekar kita berasal dari sini, mereka tidak hanya unggul di gelanggang silat, tetapi juga menjadi teladan bagi masyarakat. Oleh karena itu, duka pesantren ini adalah duka kita bersama,” tambah Gus Nabil.
Pelaksanaan sholat gaib dan tahlil ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tradisi spiritual Pagar Nusa yang dijaga secara konsisten. Kegiatan doa bersama diharapkan dilakukan dengan khidmat di wilayah masing-masing, baik di pesantren, masjid, padepokan, maupun halaman rumah kader yang memungkinkan.
Sejumlah pimpinan wilayah dan cabang Pagar Nusa telah menyatakan kesiapan untuk melaksanakan instruksi ini dalam waktu dekat. Kegiatan ini akan melibatkan seluruh unsur, mulai dari pendekar, santri, hingga masyarakat umum yang memiliki hubungan dekat dengan Pagar Nusa.
Instruksi ini menegaskan bahwa peran Pagar Nusa tidak terbatas pada arena pencak silat semata. Sebagai salah satu banom Nahdlatul Ulama, Pagar Nusa juga memainkan peran penting dalam memperkuat solidaritas, spiritualitas, dan ketahanan batin umat dalam menghadapi musibah.
“Kami ingin memastikan bahwa keluarga besar pesantren tidak menghadapi ujian ini sendirian. Doa, solidaritas, dan dukungan kami akan selalu menyertai mereka,” pungkas Gus Nabil. [beq]






