Gresik (beritajatim.com) – Tugas aparat kepolisian biasanya melakukan penyelidikan, dan mengamankan tersangka yang tersangkut tindak pidana. Kali ini aparat penegak hukum itu, punya tugas mulia bagaimana meningkatkan budaya literasi kepada pelajar dengan cara membagikan buku. Seperti yang dilakukan aparat Polsek Cerme, Gresik.
Ada puluhan buku bacaan yang dibagikan secara gratis kepada pelajar TK hingga SMA di wilayah Kecamatan Cerme.
Kapolsek Cerme, Iptu Andi Asworo menuturkan, kegiatan peduli pendidikan ini, untuk mendukung program ‘Polri Peduli Budaya Literasi’ dengan mendistribusikan buku sampai pelosok negeri yang digagas oleh Kapolri.
Baca Juga: Puan Blak-blakan tentang Mas Anies, Cak Imin, NasDem, Demokrat, PPP, dan Mas Ganjar
“Baksos ini sebagai bentuk kepedulian Polri, kepada masyarakat lingkungan agar anak-anak pelajar di tingkat taman kanak-kanak hingga SMA semakin gemar membaca,” tuturnya, di Balai Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme, Jumat (1/09/2023).
Perwira pertama Polri itu menambahkan,
buku-buku dibagikan berisi tentang ilmu pengetahuan umum, pendidikan agama, hingga buku bacaan khusus anak-anak dan buku-buku tentang tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia.
“Melalui budaya literasi tersebut dapat memotivasi minat baca, membentuk karakter siswa agar dapat memahami, menghormati, menghargai, serta melindungi kebudayaan dan kesatuan bangsa agar memiliki masa depan yang lebih baik,” imbuhnya.
Program polisi peduli pendidikan lanjut Andi, juga untuk meminimilasir kenakalan remaja. Hal ini, sejalan dengan tujuan program Polri Peduli Budaya Literasi yakni meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak.
Baca Juga: Sinopsis Petualangan Sherina 2, Film yang Tayang Akhir September 2023
“Ini juga salah satu langkah aparat Kepolisian, untuk membantu mencerdaskan anak bangsa dan meningkatkan minat baca dan literasi di seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Noval (11) salah satu siswa SD asal Desa Guranganyar mengaku senang adanya buku yang dibagikan gratis di desanya terutama yang menyangkut ilmu pengetahuan.
“Bisa menambah pengetahuan mengingat buku-buku yang dibagikan tidak dijual di pasaran,” pungkasnya. (dny/ian)






