Pasuruan (beritajatim.com) – Sejumlah pedagang di pasar tradisional keluhkan pembeli yang kian hari kian sepi. Sepinya pedagang ini tak hanya di keluhkan di satu pasar melainkan seluruh pasar di Kabupaten Pasuruan.
Seperti halnya Laila, salah satu pedagang yang berada di Pasar Pandaan. Laila mengatakan bahwa sudah satu bulan lebih ini pembeli di pasar sangat minim.
“Sepi banget akhir-akhir ini di pasar. Sudah kurang lebih satu bulan sepi. Pasti kita mengalami kerugian apalagi kalau sayur-sayuran seperti ini kan juga terbatas sama waktu, lusa gitu sudah busuk,” keluhnya, Rabu (09/10/2024).
Selain dagangannya sepi sejumlah harga bahan pokok juga mengalami penurunan. Seperti halnya harga cabai rawit yang semula Rp 30 ribu perkilo kini turun menjadi Rp 20 ribu perkilo.
Tak hanya cabai beberapa bahan lainnya juga turun seperti kentang dan juga kubis yang turun masing-masing Rp 2.000 hingga Rp 3.000. “Sudah seminggu ini harga bahan-bahannya mulai turun,” imbuhnya.
Dilain tempat, Kepala UPT Pasar Bangil, Pahlevi mengatakan bahwa dirinya juga sering disambati hal tersebut. Namun pihaknya tak bisa berbuat apa-apa dikarenakan daya beli masyarakat di pasar sangat turun.
“Ini masuk deflasi, pasar kalau dari luar sepertinya ramai, tapi kalau yang beli gak ada. Semua pedagang juga mengeluhkan hal sama semuanya,” ungkapnya. (ada/ted)






