Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPP PDI-Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning menyampaikan partainya telah menyiapkan 1000 pengacara untuk suksesi Pilkada Serentak 2024, dan mengatasi kecurangan Pilgub Jatim.
Hal itu disampaikan Ribka dalam sambutannya di acara Deklarasi Banteng Lawas, pendukung calon gubernur Jawa Timur Tri Rismaharini – Gus Hans, di Kota Surabaya pada Rabu (9/10) malam.
“DPP (PDI-P) sudah menyiapkan 1000 pengacara, saya bilang sama Ronny. Ron gua lagi ngajarin PAC gua buat ngelawan. Biar ndak seperti dulu di tahun 96,” terang Ribka ditulis, Kamis (10/10) hari ini.
Ribka memberikan semangat ke relawan Banteng Lawas Surabaya, untuk mengawal suara Risma di Pilgub Jatim. Apabila ada kecurangan, dia berharap saksi atau kader PDI-P berani melawan.
“Jadi kalau ada kecurangan suara Bu Risma, 616 loh kok tinggal 006. Kadang saksi kita PDI Perjuangan itu aduh lebai, eh nasi bungkus dapat belum PDIP? belum, ditaruh Hokben sudah. Udah beli nasi bungkusnya yang jauh lagi. Penghitungan suara hilang (dari) 616 tinggal 006, hilang 600,” ujar politisi PDIP, Ribka Tjiptaning itu.
“Teriakin dari luar (kalau ada kecurangan). Nggak usah lagi berdasarkan PKPU peraturan KPU kelamaan, ambil bangku hajar dulu,” imbuh Ribka.
Dia juga berjanji akan mengangkat telepon setiap ada panggilan masuk, terpenting jangan ada yang mabuk saat terjadi keributan di perhitungan suara curang.
“Mereka main gila, kita juga bisa main gila. Saya sudah tahu gelagatnya Jawa Tengah sudah mulai dikumpulkan kades kades. PJ – PJ itu tidak pernah berpihak kepada kita, tidak pernah. PJ ke sana ke lawan kita. Jadi harus kitanya yang solid,” ucap dia.
Atas semua hal di atas, Ribka juga menginginkan relawan/saksi perempuan dari PDI-P tidak tinggal diam ketika terjadi kecurangan. Agar naik ke meja dan mencakar.
“Ini perempuan-perempuan jangan cuma bisanya cerewet sama suami. Kalau ada kecurangan naik ke meja cakar lehernya KPPS. Berani enggak? gitu, nyata – nyata aja instruksi itu,” pungkas Ribka. [ram/ian]






