Pacitan (beritajatim.com) – DPC PDIP Kabupaten Pacitan menggelar tasyakuran memperingati Hari Lahir Pancasila, Kamis (1/6/2023) malam.
Acara diawali pemotongan tumpeng yang diberikan senior partai berlambang banteng moncong putih kepada mantan anggota DPR RI Nursuhud lalu tokoh masyarakat sekaligus mantan rektor Universitas Negeri Semarang, Prof Sudiono.
Kemudian kepada Ketua DPC PDI Perjuangan Pacitan periode 2010-2020 Mardiono dan kepada Eko Setyorani Ketua DPC periode 2020-2023.
Acara yang berlangsung meriah ini dilanjutkan dengan hiburan musik Gambus dari Pondok Pesantren Tremas Pacitan.
Mantan Rektor Unnes Prof Sudiono dalam sambutannya merefleksikan Hari Lahir Pancasila. Prof Sudiono menyebut negara Pancasila yang membingkai dan membimbing adalah nilai Pancasila dan akhirnya menuju Pancasila.
Baca Juga:
Deni Wicaksono Ditunjuk Plh Ketua DPC PDIP Pacitan
“Insya Allah beribu-ribu pulau dan berbagai-berbagai suku, berbagai-bagai adat nampaknya semakin ke sana juga akan semakin kuat,” katanya.
Sebab, di samping itu ada akulturasi. Artinya banyak suku di Indonesia mulai menyatu.
“Artinya wong Jowo karo wong Batak, wong Batak karo wong Manado. Lha ini kalo mau dipisah, bagaimana mau misah? Jadi mau Negara ini nanti akan hancur seperti Negara Yugoslavia yang pecah menjadi tujuh,” katanya.
“Bagaimana bisa tujuh? Wong orangnya sudah terjadi akulturasi yang luar biasa, wong barat dengan wong timur ketemu, wong tengah dengan utara ketemu. Mosok terus kalo sudah beranak-pinak ini kan melu neng endi? Akhirnya kan ga akan pernah ketemu,” katanya.
Konteks itu, lanjutnya, masih mewarnai, masih menjadi satu kekuatan dalam bernegara. “Walaupun ada perdebatan di tingkat Nasional, apapun ya Nasionalnya itu, apakah para akademisi, apakah di DPR sana, apakah di organisasi-organisasi pemuda, organisasi permasyarakatan dan lain-lain, rasanya untuk nanti melepas, melepas menjadi negara-negara bagian katakanlah, itu rasanya tidak mungkin. Rasanya loh, menurut saya rasanya tidak mungkin,” ujarnya.
Oleh karenanya, Bangsa Indonesia harus bersyukur dengan kata Pancasila. Karena dari situlah sesungguhnya. “Bung Karno jenius memang jenius, dikatakan ora perlu tentara yang kuat, ora perlu bojo seng akeh, tapi dengan way of life. Nah, way of life itu tadi,” katanya.
Baca Juga: Hari Lahir Pancasila, PDIP: Kebijakan Kerakyatan Harus Hadir di Pacitan
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaen Pacitan, Deni Wicaksono mengatakan tasyakuran dan Peringatan Hari Lahir Pancasila adalah momentum untuk merefleksikan Pancasila.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila ini perlu kita jadikan momentum merefleksikan hal-hal yang telah dan harus kita lakukan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang tangguh di masa kini dan bangsa yang tidak akan lupa akan sejarah dan budaya,” katanya.
Selain itu, Deni menuturkan Bulan Juni adalah Bulan Bung Karno, Sebagai partai ideologis, PDIP selalu memperingati hari lahir Pancasila, 1 Juni, dari tingkat pusat hingga ke daerah.
“Sebagai Kader PDI Perjuangan sudah tentu karenanya, harus berkomitmen tinggi menjaga Pancasila dan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Dari tataran pusat, DPP hingga ke DPC dan PAC, selalu ditekankan agar para kader PDIP menjunjung tinggi Pancasila dan yang terpenting adalah mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya. [asg/beq]






