Jember (beritajatim.com) – PDI Perjuangan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditargetkan memenangi pemilihan bupati yang akan digelar pada Novemver 2024. Namun PDIP menolak kerusakan demokrasi dalam pemilihan presiden direplikasi dalam pemilihan kepala daerah.
“Mesin partai kami akan terus terkonsolidasi. PDI Perjuangan memang begitu. Tidak hanya mau pemilu, lalu baru hangat. Setelah ini mesin partai kami jaga terus dan hangatkan terus, agar pemilihan bupati dan pemilihan gubernur bisa kami menangi,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDIP Jember Widarto, Jumat (8/3/2024).
PDI Perjuangan Jember masih menanti petunjuk Dewan Pimpinan Pusat soal gerak organisasi dalam pemilihan kepala daerah mendatang. Dalam waktu delapan bulan tersisa, DPC PDI Perjuangan Jember akan mengevaluasi hasil pemilihan legislatif lebih dulu.
“Kedua, kami akan terus mengonsolidasikan pengurus sampai level bawah. Kami perkuat semangat mereka, dengan menunjukkan bahwa secara nasional PDI Perjuangan bisa hat-trick kemenangan di legislatif, meski di eksekutif kami kalah,” kata Widarto.
Langkah awal PDI Perjuangan adalah berjuang membongkar dugaan kecurangan selama masa pemilihan presiden. “Kami masih akan melakukan perlawanan di Mahkamah Konstitusi terkait Pilpres 2024. Kalau semangat kerusakan dalam pilpres dibiarkan, pasti akan direplikasi dalam pilkada nanti,” kata Widarto.
PDI Perjuangan memiliki banyak catatan dalam proses penyelenggaraan pilpres, “Saya pikir itu sama di seluruh Indonesia Raya, karena kejadiannya terstruktur, sistematis, dan massif, di semua tempat sama saja,” katanya,” kata Widarto. [wir]






