Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah warga RT 17 Kelurahan Klangon, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro satu persatu meninggalkan berlangganan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Warga kemudian memilih menggunakan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena air PDAM dikeluhkan sering mampet.
Totok, salah seorang warga RT 17 Kelurahan Klangon yang jarak rumahnya hanya sekitar 1 kilometer dari kantor PDAM itu mengaku, air PDAM sering mampet sejak sebulan terakhir. Ia kemudian memilih membuat sumur bor sendiri untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Sejak sebulan terakhir ini PDAM sering mampet. Sehingga harus mengambil air dari Musala kampung yang menggunakan sumur bor untuk kebutuhan mandi dan masak,” ujarnya, Jumat (11/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”PDAM-Bojonegoro”]
Totok membuat sumur tepat di depan rumahnya. Sumur itu dibor dengan kedalaman 30 meter. Selain dia, di RT 17 sendiri sudah banyak warga yang beralih menggunakan sumur bor karena distribusi air PDAM tidak lancar. “Sudah ada sekitar 15 rumah di lingkungan sini yang beralih menggunakan sumur bor,” terangnya.
Pengakuan warga lain di RT 17, Sujatmiko bahwa adanya distribusi air yang tidak lancar ini sangat membuat pelanggan kecewa. Apalagi, air merupakan kebutuhan dasar. Seharusnya, kata matan ketua RT itu, perusahaan daerah tersebut seharusnya bisa melayani masyarakat sebagai pelanggan dengan baik. “PDAM itu kan tidak murni bisnis oriented, ada penyertaan dari APBD yang untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Pihaknya mengaku, sudah hampir satu bulan lebih untuk memenuhi kebutuhan air harus meminta ke tetangga yang memalai sumur bor aupun mengambil air dari sumur Musala. Ia juga mengaku sudah berkali-kali melaporkan kondisi itu ke PDAM namun tidak kunjung ada solusi.
Adanya air PDAM yang mati itu ditengarai warga juga karena dampak pembangunan sejumlah trotoar dan gorong-gorong di wilayah kota. Banyak pipa PDAM yang bocor dan airnya mengalir terbuang. Seperti dicontohkan, pada Kamis (10/11/2022) kemarin, ada kebocoran pipa PDAM di Jalan Untung Suropati.
Pipa yang bocor tersebut kemudian airnya terbuang. Sedangkan, tidak jauh dari pipa PDAM yang bocor sejumlah pekerja sedang mengerjakan proyek. “Harusnya PDAM menjelaskan kepada pelanggan kenapa bisa tidak keluar air,” terangnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PDAM Bojonegoro M Khoirul Anwar mengatakan, adanya pembangunan trotoar dan gorong-gorong di seputaran kota membuat sejumlah jaringan PDAM putus. Putusnya jaringan PDAM itu sehingga mengganggu distribusi air ke pelanggan. Selain mengganggu kelancaran distribusi air juga menambah potensi kehilangan air.
“Sedikit terhambat pendistribusian air saat ada pipa utama yang bocor. Apalagi jika pelaksana proyek tidak segera melaporkan,” ujarnya, Senin (3/10/2022).
Sesuai dengan penghitungan PDAM, pada triwulan kedua, kebocoran jaringan sudah ditemukan 100 titik kebocoran tersebar di 11 cabang yang sudah ditangani. Kebocoran jaringan bahkan di pipa besar ukuran 10-12 dim.
Kebocoran jaringan itu, selain dampak pembangunan juga karena struktur tanah yang labil dan kualitas pipa di daerah labil masih pakai jenis PVC. Sehingga pengaruhknya sering pecah dan sudah termakan usia. “Tribulan kedua sudah kehilangan 12 persen air akibat kebocoran jaringan,” pungkasnya. [lus/kun]







