Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, menyadari bahwa para suporter mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tim saat ini. Namun, pelatih asal Irlandia Utara itu berusaha mengambil pelajaran positif dari situasi tersebut, mengingat tren negatif tim dalam lima pertandingan terakhir tanpa kemenangan.
“Saya mendengar gemuruh juga dari suporter. Kami harus mengambil pelajaran positif dari sana. Terlalu banyak tren negatif sekarang. Saya tidak bisa seperti ini terus,” ungkap Munster, Sabtu (1/2/2025).
Munster menyadari bahwa tim harus segera bangkit dan kembali menyatu, terlebih setelah terlempar dari posisi kedua klasemen sementara Liga 1. Persebaya yang bermarkas di Stadion Gelora Bung Tomo kini harus berjuang lebih keras untuk tetap berada di lima besar.
“Kami harus segera menyatu lagi, Liga 1 sulit dan kami menghadapi satu bulan yang sulit. Inilah sepak bola dan kadang ini terjadi, saya jelas ingin sekali bangkit. Kami ingin semua pemain bermain bagus. Jika tim gagal menciptakan peluang, itu yang berbahaya. Kami tidak peduli cara kami mencetak gol, yang penting gol,” ujarnya.
Pelatih berusia 42 tahun itu juga memahami tekanan yang datang dari suporter. Namun, ia menegaskan bahwa tim harus tetap berpikir positif untuk keluar dari situasi sulit ini.
“Yang pasti kami harus memutus tren negatif. Hidup negatif itu mudah. Sangat mudah, tetapi saya selalu berpikir positif kepada tim, tim harus positif, kompak selalu, bonek Bonita juga. Dukung tim kita. Sekarang kita ada di posisi kedua. Ketika kami datang ke sini tahun lalu, kami ada di posisi ke-13,” tambahnya.
Sebelumnya, Paul Munster dan seluruh pemain sempat dihadang ratusan suporter usai pertandingan melawan Persita Tangerang, Jumat (31/1/2025). Dalam laga tersebut, Persebaya hanya mampu bermain imbang meski diuntungkan oleh gol bunuh diri lawan. [way/beq]






