Pasuruan (beritajatim.com) – PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Kabupaten Pasuruan mulai menerapkan kurikulum merdeka tahun ini. Jumlah PAUD yang menerapkan kurikulum merdeka akan terus bertambap.
Kabid Pembinaan PAUD, Pendidikan Non-Formal, Nur A Salim, mengatakan pada 2022 lalu jumlah PAUD yang menerapkan kurikulum merdeka hanya 22. Untuk tahun ini meningkat jadi 530 PAUD.
“Tahun 2023 ini tercatat ada 530 PAUD yang sudah melakukan kurikulum merdeka. Nantinya akan dimaksimalkan 100 persen di akhir pada 31 Maret mendatang,” kata Nur, Selasa (14/3/2023).
Guna mencapai angka 100 persen, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan melakukan sosialisasi kurikulum merdeka. Sosialisasi ini diadakan selama dua hari berturut-turut.
Baca Juga:
Insentif Guru TK, PAUD, dan KB Kabupaten Pasuruan Naik
Menurut ketua pelaksana, Eka Wahyuni, sosialisasi ini dilakukan guna memberikan pemahaman kepada guru Paud di Kabupaten Pasuruan. Ada dua sesi, pertama dihadiri kurang lebih 1.075 lembaga PAUD, dan sesi kedua dihadiri 1.060 lembaga PAUD di 24 Kecamatan.
“Awalnya merasa kesusahan untuk menerapkan kurikulum merdeka ini namun setelah diberi arahan kepada dinas terkait, sekarang sudah bisa. Saat ini sudah dipastikan sudah 100 persen melaksanakan kurikulum merdeka,” kata Eka.
Eka menambahkan, sebelumnya diberlakukan kurikulum merdeka, para guru melaksanakan kurikulum 2013. Sehingga para guru merasa terbiasa melaksanakan kurikulum 2013. [ada/beq]






