Ngawi (beritajatim.com) – Nyoto Prasetyo (55) ketiban apes. Salah satu penumpang Bus Sugeng Rahayu nopol W 7572 UY yang terlibat kecelakaan dengan Bus Eka nopol S 7551 US itu berjalan kaki sendiri ke RS Geneng dalam kondisi patah tulang selangka.
Pria yang merupakan PNS asal Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan itu mengaku naik bus Sugeng Rahayu yang dikemudikan oleh Agus Susanto, warga Blitar itu, dari depan Kantor Kecamatan Karangrejo pada Kamis (31/8/2023). Dia hendak berangkat kerja di wilayah Ngawi.
Saat naik, dia langsung menuju bangku belakang dan duduk. Usai membayar ongkos perjalanan pada kondektur, dia duduk dengan tenang sembari menunggu sampai tujuan.
Tak disangka, 5,8 kilometer atau sekitar 10 menit setelah naik bus, dia merasakan benturan keras. Tepatnya di Jalan Raya Ngawi Maospati, masuk Desa Tambakromo Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Dia sampai terlempar ke depan dan jatuh di lantai bus. Sempat tak sadar, dia akhirnya membuka mata.
Pecahan kaca sudah memenuhi wajahnya. Wajahnya terluka imbas pecahan kaca bus. Saat bangun, dia melihat bus yang ditumpanginya sudah rusak. Atap bus dan bagian kanan kiri sudah terlepas.
Dia lantas menenangkan diri sejenak. Karena lengan kirinya nyaris tak bisa merasakan dan sudah sakit. Dia menduga jika dia cedera. Nyoto pun mencoba keluar dari bus meski suda sempat terkurung atap bus yang sudah rusak.
BACA JUGA:
Fakta-fakta Laka Lantas Bus Eka Vs Sugeng Rahayu di Geneng Ngawi
Hingga akhirnya, dia menemukan celah untuk keluar. Dia lantas keluar dari bus. Dia ingat jika ada Rumah Sakit Geneng sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Dengan tertatih, dia akhirnya mencapai RS dan langsung meminta tolong petugas untuk memeriksa kondisinya.
“Saya kan biasa ke Ngawi naik Sugeng Rahayu ini. Tiap pagi. Nah, pagi ini tadi yang saya gak mengira. Saya sengaja polih kursi belakang. Penumpang gak banyak. Terus sampai Geneng sini tiba-tiba braaak begitu. Saya terjatuh ke depan. Sempat nggak sadar. Kemudian, pas sadar saya keluar dari bus dan langsung jalan ke sini, ke RS Geneng ini,” kata Nyoto.
Dari hasil observasi tim medis di RS Geneng, Nyoto dinyatakan mengalami patah tulang clavicula atau tulang selangka. Tak hanya itu, ada beberapa babras di kepalanya karena pecahan kaca bus.
Nyoto pun hanya bisa bersyukur. Karena dirinya tak menjadi korban jiwa karena kecelakaan maut tersebut. Saat ini dirinya menjalani perawatan di RS Widodo Ngawi untuk observasi lanjutan. Dia pun bakal berpikir kembali untuk naik bus menuju lokasi kerja pasca kejadian ini.
Sebelumnya diberitakan, Kecelakaan antara Bus Eka dan Bus Sugeng Rahayu menewaskan tiga orang di Jalan Raya Ngawi-Maospati masuk Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023).
Polres Ngawi sudah melakukan oah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Kronologinya, berawal saat Bus Eka yang dikendarai oleh Catur W warga Boyolali Jawa Tengah berjalan dari arah Ngawi menuju Maospati.
BACA JUGA:
Polda Jatim Terjunkan TAA Olah TKP Tabrakan Bus di Ngawi
Kemudian, sampai di lokasi kejadian, bus Jurusan Yogyakarta-Surabaya itu hendak menghindari pejalan kaki. Bus sempat banting ke kanan namun tak dinyana, tepat darih arah berlawanan melaju Bus Sugeng Rahayu yang dikendarai oleh Agus Susanto warga Blitar Jawa Timur.
Kecelakaan tak terhindarkan, tabrakan keras membuat kedua kendaraan terpelanting bahkan kedua bodi bus itu rusak. Pengemudi Bus Sugeng Rahayu bahkan sampai terlempar keluar dari bus usai bagian atap dan samping kanan kiri busnya terlepas dari badan bus.
Sementara, Catur W pengemudi Bus Eka meninggal usai terjepit bodi depan bus yang ringsek. Kemudian, salah seorang pejalan kaki dilaporkan meninggal dunia imbas kejadian itu.
Kapolres Magetan AKBP Argowiyono mengatakan, dari kedua bus, total penumpang yang mengalami luka sebanyak 15 orang. Semua korban luka masih menjalani perawatan di RS Geneng Ngawi.
“Penyebab pasti kecelakaan masih dalam pendalaman kami ya. Saat ini kami fokus pada evakuasi bodi kedua bus yang melintang di jalan. Sehingga arus lalu lintas harus dialihkan,” kata Argowiyono.
Sebelumnya diberitakan, Bus Eka terlibat kecelakaan dengan Bus Sugeng Rahayu di Jalan Raya Ngawi-Maospati masuk Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023) pukul 05.00 WIB.
Akibatnya, tuga orang meninggal dalam kejadian tersebut. Pengemudi masing-masing bus, dan satu pejalan kaki dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian itu.
Pantauan beritajatim, petugas kepolisian dibantu relawan melakukan evakuasi terhadap Catur W warga Boyolali Jawa Tengah, sopir Bus Eka. Jenazah Catur terjepit bodi bus yang ringsek.
Petugas pun menggunakan mobil polisi untuk menarik bodi bus guna mengeluarkan jenazah sopir bus Eka itu. Tak langsung mulus, evakuasi yang seharusnya menggunakan alat berat itu berlangsung 3 jam hingga akhirnya jenazah berhasil dievakuasi. Pun, jenazah langsung dievakuasi ke RSUD dr Soeroto Ngawi.
Terpantau, bodi depan kanan Bus Eka ringsek. Sementara bus Sugeng Rahayu, bagian atas dan bagian kanan bus sampai terlepas dari bodi.
Kapolres Ngawi AKBP Argo Wiyono terpantau berada di lokasi untuk memuluskan jalannya evakuasi dan menghalau warga yang berkerumun di dekat lokasi kejadian. Pun, pihaknya bersama Satlantas Polres Ngawi pun turut melakukan olah tempat kejadian perakara (TKP).
“Kejadian berawal saat Bus Eka berjalan dari arah Solo menuju Madiun, sampai di lokasi, Bus Eka hendak menghindari pejalan kaki. Sampai akhirnya, menabrak Bus Sugeng Rahayu dari arah berlawanan,” kata Kapolres Argowiyono.
Dia mengatakan total ada 15 penumpang bus yang mengalami luka. Sementara, satu kernet bus, pejalan kaki, dan pengemudi masing-masing bus meninggal. Pengemudi bus Sugeng Rahayu yakni Agus Susanto warga Blitar terlempar keluar dari bus hingga meninggal dunia. “Saat ini kami masih mengevakuasi bodi bus,” katanya. [fiq/beq]






