Mojokerto (beritajatim.com) – Pencarian dua korban pasangan suami-istri (pasutri) asal Kota Mojokerto dikabarkan hanyut terbawa arus sungai saat berendam di Sungai Banyak Dusun Watutumang RW 1 RT 1, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto masih terus dilakukan.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Khoirul Anam mengatakan, pihaknya bersama sejumlah potensi relawan membagi tiga tim. “Ada sekitar 15 personel dibagi menjadi 3 SRU. SRU pertama dari titik TKP susur sungai menuju ke utara,” ungkapnya.
Masih kata Anam, tim kedua di jembatan dan tim ketiga menuju sebuah titik yang dicurigai lokasi korban tersangkut. Anam menjelaskan, lokasi ketiga tim tersebut sepanjang 1 km dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal korban diduga hanyut terbawa arus sungai.
“Masih di Kecamatan Pacet (posisi ketiga tim relawan). Pencarian korban melibatkan sejumlah potensi relawan menggunakan peralatan standar pencarian korban, pelampung, tali dan helm. Hingga saat ini pencarian korban belum ditemukan,” tegasnya.
Pasangan suami-istri (pasutri) asal Kota Mojokerto dikabarkan hanyut terbawa arus sungai saat berendam di Sungai Banyak Dusun Watutumang RW 1 RT 1, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung.
Korban diketahui atas nama Ari Budi Yuwono (53) dan Ririn Martiningsih (53) warga Panderman Raya RT 01 RW 07, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Korban Budi memakai kaos putih dan celana pendek hitam, sementara korban Ririn memakai atasan ungu dan bawah leging hitam. [tin/kun]






