Pasuruan (beritajatim.com) – Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para juru sembelih halal (JULEHA).
Ia menekankan bahwa kemampuan teknis harus dibarengi dengan pemahaman mendalam terhadap aturan syariah.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Uji Kompetensi JULEHA yang digelar di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Wonorejo. Gus Shobih, sapaan akrabnya, menyebut sertifikasi ini penting untuk menjamin kehalalan daging yang beredar di masyarakat.
Menurutnya, dengan kompetensi dan sertifikasi yang sah, produk hewani dari Kabupaten Pasuruan akan lebih mampu bersaing, baik di pasar nasional maupun internasional. Ia bahkan menyinggung negara Thailand yang meskipun bukan negara mayoritas Muslim, namun telah diakui dalam sertifikasi halal secara global.
“Kita masih kalah dalam urusan sertifikasi halal. Negara lain bahkan sudah mengekspor daging bersertifikasi ke berbagai negara Islam,” ujarnya dalam sambutan di hadapan peserta.
Ia berharap para peserta mampu menyerap ilmu dari para narasumber profesional, salah satunya dari Lembaga Sertifikasi Profesi Halal Indonesia (LSPHI) dan Halal Institute. Menurutnya, pelatihan ini akan menjadi bekal penting saat momen seperti Idul Adha, ketika kebutuhan juru sembelih meningkat tajam.
“Saya yakin, semua peserta bisa lulus dan mendapatkan sertifikat halal. Dengan itu, jaminan kehalalan daging di Pasuruan bisa lebih terjaga,” tegasnya.
Di sisi lain, Gus Shobih juga mendorong Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan untuk terus menyelenggarakan pelatihan serupa. Menurutnya, edukasi berkelanjutan akan mencetak juru sembelih ayam, sapi, maupun kambing yang mumpuni.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Ainur Alfiah, menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan komitmennya meningkatkan profesionalisme para JULEHA. Ia menyebut bahwa aspek syariah dalam penyembelihan menjadi titik utama dalam materi pelatihan.
“Ini bukan sekadar soal teknis sembelih. Tapi soal tanggung jawab terhadap produk halal dan peningkatan kepercayaan masyarakat,” ujar drh. Ainur dalam keterangannya.
Pelatihan Uji Kompetensi JULEHA ini dijadwalkan berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2025. Tercatat ada 400 peserta dari 24 kecamatan yang terbagi dalam delapan kelas pelatihan intensif. (ada/ted)






