Mojokerto (Beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menghimbau para penjual hewan kurban tidak menjual hewan korban dalam kondisi sakit. Selain ada syariat yang harus dijalankan, seperti harus jantan, sehat dan berumur, hal ini juga untuk memastikan masyarakat aman dalam memilih hewan kurban.
“Kita ingin melihat secara langsung kondisi lapak-lapak hewan kurban di Kota Mojokerto. Kita memastikan lapak tersebut apakah hewan kurbannya sudah dilakukan pengecekan kesehatan oleh tim dari Kesehatan Hewan di Kota Mojokerto,” ungkapnya, Rabu (14/7/2021).
Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto, masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), ada 19 lapak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Mojokerto dan sekitarnya di Kota Mojokerto. Dari 19 lapak tersebut menjual 478 ekor kambing, 60 ekor sapi dan 12 ekor domba.
“Dari 19 lapak di Kota Mojokerto semua sudah dilakukan pengecekan kesehatan. Sempat ada hewan yang kondisinya sakit, namun kemudian ditindaklanjuti dengan pengobatan dari Tim Kesehatan DKPP dan sudah disampaikan agar tidak dijual untuk hewan yang sakit tersebut,” katanya.
Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto menambahkan, pengecekan tersebut dilakukan juga untuk memastikan hewan kurban yang dibeli oleh masyarakat adalah hewan kurban layak secara kesehatan dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Untuk harga, lanjut Ning Ita, masih stabil.
“Kita cek ini untuk memastikan. Harga stabil, kalau terlalu tinggi masyarakat punya banyak pilihan karena banyak lapak. Lapak yang dilakukan pengecekan kesehatan, hewan kurbannya sudah layak dan sehat sehingga dari Tim Kesehatan DKPP memberikan sertifikat,” jelasnya. [tin/kun]







