Tuban (beritajatim.com) – Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01, Riyadi-Wafi, tampil dengan gaya khas dalam debat publik perdana yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban. Keduanya mengenakan udeng dan selempang batik gedog khas Tuban, yang menjadi simbol kebanggaan mereka terhadap produk lokal daerah tersebut.
Riyadi menyatakan kebanggaannya terhadap potensi daerah Kabupaten Tuban, khususnya batik gedog. Ia menegaskan pentingnya mengenalkan batik ini kepada masyarakat luas dan menjadikannya sebagai identitas daerah.
“Jangan sampai batik ini hanya bisa diproduksi tapi tidak bisa dijual. Seluruh dinas harus memakai batik gedog Tuban, dan seluruh investor, baik kecil maupun besar, harus memakai baju batik gedog Tuban selama satu minggu,” ungkap Riyadi seusai debat publik perdana pada Minggu (20/10) malam.
Menurut Riyadi, upaya tersebut juga bertujuan menjaga inflasi daerah dengan memastikan ketersediaan stok dan kecukupan.
Pasangannya, Gus Wafi, menambahkan bahwa ekonomi kreatif di Kabupaten Tuban memiliki potensi besar, salah satunya adalah pengembangan batik gedog. “Potensi di Kabupaten Tuban sangat besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Misalnya, di Kerek ada batiknya, dan setiap kecamatan di Tuban memiliki ekonomi kreatif, keunikan, dan potensi yang besar,” tutur Wafi.
Dalam pantauan beritajatim.com, paslon nomor urut 01 memaparkan visi dan misinya dengan lancar. Riyadi menganggap debat publik ini sebagai kesempatan untuk beradu gagasan demi kemajuan Kabupaten Tuban.
“Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ini, meskipun sebagian kecil, bisa menjadi pijakan awal. Kami berharap di kesempatan lain kami bisa berdiskusi lebih lanjut dengan masyarakat, media, dan pihak-pihak terkait, sehingga gagasan Riyadi-Wafi untuk Tuban ke depan bisa tersampaikan dengan lebih baik,” tutup Riyadi. [ayu/but]







