Sumenep (beritajatim.com) – Jumlah pasien yang masuk ke RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep terus meningkat. Kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) pun ‘overload’. Akibatnya, pelayanan di IGD untuk sementara ditutup.
“Penutupan IGD hanya bersifat sementara, karena posisi kecepatan datangnya pasien tidak seimbang dengan kecepatan mempersiapkan bed perawatan di ruang IGD. Akhirnya terjadi bottle neck,” kata Humas RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep, Arman Endika, Minggu (04/07/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
Ia memastikan, pelayanan IGD akan dibuka kembali setelah kasus ‘bottle neck’ terlewati. “Ini saya baru dapat kabar, IGD sudah buka kembali,” ujarnya.
Sementara terkait tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19, Arman mengakui memang ada beberapa nakes yang terpapar, baik dokter maupun perawat. Para nakes yang terpapar itu termasuk dokter dan perawat di IGD.
“Dari hari ke hari selalu ada saja nakes yang terkonfirmasi, sekitar 2-3 orang,” ujarnya. (tem/kun)






