Ponorogo (beritajatim.com) – Viral di media sosial (medsos) seorang pasien yang meminta bantuan untuk membayar biaya persalinan istrinya di Rumah Sakit Muslimat Ponorogo. Sebab, pasangan suami istri yang belakangan diketahui bernama Kuswoyo (36) dan Siti Chotijah (38) itu, tidak mempunyai uang untuk membiayai persalinan dengan operasi caesar tersebut.
Alhasil, menurut Kuswoyo bayi dan sang ibu pun ketahan di rumah sakit, belum diperbolehkan pulang. Sebab, belum bisa melunasi kewajiban administrasi. Pasutri dari Kota Madiun itu masuk ke rumah sakit dengan status pasien umum dan tidak mempunyai BPJS Kesehatan.
“Ini kelahiran anak yang kedua, kesulitan biaya sehingga tertahahan di rumah sakit,” kata Kuswoyo saat ditemui awak media di rumah sakit, Minggu (08/04/2023).
Kuswoyo menjelaskan bahwa dirinya dengan sang istri dan anak pertama indekos di Jalan Jawa Kelurahan Mangkujayan Ponorogo. Nah, awalnya istrinya hendak melakukan persalinan di tempat bidan. Namun, saat itu bidan merekomendasikan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Muslimat. Karena keadaan urgensi harus dilakukan penolongan medis segera, sang ibu pun dioperasi caesar untuk mengeluarkan bayinya itu.
“Masuk ke rumah sakit Muslimat dengan status pasien umum, karena memang tidak punya BPJS Kesehatan,” kata kepala keluarga yang sehari-hari bekerja di toko Gypsun di Kecamatan Jenangan itu.
Seiring dengan berjalannya waktu, tagihan dari rumah sakit yang harus dibayar oleh Kuswoyo sebanyak Rp 8,1 juta. Dia tidak mempunyai uang sebanyak itu, akhirnya dirinya menjual sepeda motornya yang hanya laku Rp 3 juta. Uang hasil penjualan sepeda motor itu pun langsung dibayarkan ke kasir rumah sakit. Namun, jumlahnya itu belum cukup untuk melunasinya. Harusnya, keluarganya diperbolehkan pulang oleh dokter pada hari Sabtu (08/04) kemarin, namun karena belum melunasi, akhirnya tertahan disana.
“Saat ditanya kesanggupan membayar, saya minta sampai hari Selasa nanti, padahal ya belum tahu dapat uangnya dari mana. Itupun, kalau pulang hari itu, yang harus dibayarkan sebesar Rp 8,9 juta. Saya bingung harus bagaimana, ya akhirnya minta bantuan di medsos itu,” katanya.
Sementara itu Tumardi, Kasie Humas Rumah Sakit Muslimat Ponorogo membenarkan bahwa istri dari Pak Kuswoyo melahirkan di rumah sakitnya dengan operasi caesar. Soal viral di medsos itu, yang bersangkutan dari awal tidak menyampaikan terkait dengan keberatan biayanya.
https://beritajatim.com/ragam/kronologi-penangkapan-mbah-slamet-dukun-berkedok-pengganda-uang-viral-di-tiktok/
Sebenarnya, dari pihak rumah sakit jika ada pasien yang dari awal menyampaikan terkendala biaya administrasinya, bisa minta keringanan pembiayaan. Bahkan pihaknya juga ikut membantu mencarikan pembiayaan, supaya si pasien tetap terlayani dengan baik.
“Ini masalahnya, keluarga pasien tidak menyampaikan dan tahunya saat yang bersangkutan membayar di kasir,” ungkap Tumardi.
Tumardi juga menepis jika pihak rumah sakit menahan pasien dan bayinya yang belum lunas administrasinya tersebut. Sebab, Pak Kuswoyo menyampaikan sendiri bahwa hari Senin atau Selasa nanti akan melunasinya. Akan ada transfer uang dari keluarganya.
“Tidak ditahan, beliau menyampaikan akan dilunasi Senin atau Selasa, menunggu transferan dari keluarga,” pungkasnya. [end/but]






