Ponorogo (beritajatim.com) – Pasca libur Idulfitri 1446 H, kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo langsung dipadati warga. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Momen lebaran rupanya jadi celah strategis bagi para perantau yang pulang kampung untuk mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan (adminduk) yang sebelumnya tertunda.
Data resmi mencatat, selama dua hari pertama pelayanan pascalibur—8 hingga 9 April 2025—terjadi lonjakan signifikan dalam permohonan layanan. Tercatat 141 orang melakukan perekaman data KTP elektronik (KTP-el), 540 KTP-el dicetak, serta 444 Kartu Keluarga (KK) diterbitkan. Tak hanya itu, 71 Kartu Identitas Anak (KIA), 84 akta kelahiran, dan 59 akta kematian juga diterbitkan dalam waktu singkat.
Kepala Dispendukcapil Ponorogo, Herry Sutrisno, mengungkapkan bahwa jumlah pemohon meningkat drastis dari hari biasanya.
“Kalau hari biasa, rata-rata 200 sampai 250 orang. Tapi setelah lebaran ini, melonjak jadi 300 sampai 350 orang per hari,” kata Herry, Jumat (11/4/2025).
Menurut Herry, lonjakan ini sangat wajar terjadi. Pasalnya, banyak warga perantauan yang memanfaatkan momentum mudik untuk menyelesaikan urusan dokumen kependudukan. Beberapa layanan yang paling banyak diajukan antara lain penggantian KTP-el yang rusak, hilang, atau tidak terbaca, serta perbaikan elemen data pada KK.
Tak hanya di kantor Dispendukcapil, layanan juga ramai di Mall Pelayanan Publik (MPP) Ponorogo City Center (PCC), yang kini menjadi alternatif baru warga dalam mengakses layanan publik secara cepat dan nyaman.
Fenomena ini menegaskan bahwa momen Idulfitri tidak hanya jadi ajang silaturahmi, tetapi juga waktu yang efektif untuk membereskan urusan administratif yang sering tertunda karena keterbatasan waktu di perantauan. [end/beq]






