Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bergerak cepat menyikapi kebakaran yang melanda Pasar Krian, yang mengakibatkan ratusan kios terbakar.
Plt Bupati Sidoarjo, H. Subandi, langsung turun ke lokasi untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada hari kejadian. “Sebagai pimpinan daerah, saya sangat prihatin dengan para pedagang yang terkena musibah ini,” ujar Subandi.
Pemkab Sidoarjo berencana segera mendata semua pedagang yang menjadi korban kebakaran dan akan memberikan bantuan sosial. “Dalam 2-3 hari ke depan, kami akan mengeluarkan dana tak terduga (BTT) bagi para pedagang yang terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para pedagang di Pasar Krian,” tambahnya.
Selain itu, tim dari Pemkab Sidoarjo akan melakukan studi kelayakan untuk menilai apakah Pasar Krian masih layak digunakan atau tidak. “Jika tidak layak, pasar ini akan dibongkar sepenuhnya dan akan dibangun kembali,” jelas Subandi.

Kapolsek Krian, Kompol Daky Dzul Qomain, mengungkapkan bahwa berdasarkan data awal, sekitar 530 kios di Pasar Krian hangus terbakar dalam insiden tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh petugas di lapangan. (ted)
Pasar Krian yang telah berdiri sejak tahun 1937 telah mengalami beberapa kali renovasi, antara lain:
Tahun 1946-1947 (Pasar Atom/Krempyeng, kini menjadi Toko Pasar Tingkat)
Tahun 1983-1985 (Optima Nusantara)
Tahun 1987 (Triguna Karya)
Tahun 1995 (Avilla Prima)
Tahun 2006 (Los Buah)






