Ponorogo (beritajatim) – Menjelang pembukaan Pasar Rakyat Ponorogo pada hari Minggu (16/3/2025), suasana di Alun-Alun mulai ramai. Ratusan pedagang telah menata lapak mereka, bersiap menyambut pengunjung yang akan memadati area pasar rakyat selama 29 hari, hingga 13 April 2025 nanti.
Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperdakum) Ponorogo, Okta Hariyadi, mengungkapkan bahwa minat pedagang sangat tinggi, baik dari lokal maupun luar daerah.
“Saat pendaftaran dibuka pada 5-6 Maret, kami mencatat 91 pendaftar di hari pertama dan bertambah 56 di hari berikutnya. Selain itu, kami juga menerima beberapa paguyuban pedagang,” ungkap Okta, Jumat (14/3/2025).
Tahun ini, jumlah maksimal pedagang dibatasi hanya 300 lapak, lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai 350 lapak. Pengurangan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung serta memberikan ruang lebih luas bagi para pedagang. Tak hanya itu, Pemkab Ponorogo juga melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) agar tidak berjualan di trotoar selama pasar malam berlangsung.
“Sesuai kesepakatan dengan paguyuban PKL Alun-Alun Ponorogo, mereka diwajibkan masuk ke dalam area pasar malam,” ungkapnya.
Untuk diketahui sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kembali menggelar pasar rakyat di Alun-Alun Ponorogo mulai tanggal 16 Maret hingga 13 April mendatang. Kegiatan tahunan ini diinisiasi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo, dengan target pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp 450 juta.
“Target PAD yang kami canangkan dalam kegiatan pasar rakyat di Alun-alun Ponorogo sebanyak Rp450 juta,” tambah Okta.
Pasar Rakyat Ponorogo menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat. Selain sebagai wahana hiburan dengan berbagai permainan dan pertunjukan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama bagi para pedagang dan pelaku usaha kecil. (end/kun)






