Magetan (beritajatim.com)– Paguyuban Pedagang Pasar Baru melurug kantor DPRD Kabupaten Magetan pada Jumat (29/12/23). Mereka wadul dan mengeluh jika Pasar Baru kawasan Magetan sepi pengunjung.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno di Ruang Badan Anggaran DPRD Kabupaten Magetan.
Perwakilan Paguyuban Pedagang Pasar Baru, Sunardi, mengatakan bahwa sepinya pengunjung Pasar Baru telah menyebabkan menurunnya omset penjualan para pedagang.
“Sepinya pengunjung ini disebabkan karena alih fungsi sebagian ruang di Pasar Baru yang semula adalah pusat permainan anak-anak menjadi Mall Pelayanan Publik,” kata Sunardi kata Perwakilan Pedagang pasar Baru Magetan.
Sunardi mengatakan, pusat permainan anak-anak tersebut merupakan salah satu daya tarik pengunjung Pasar Baru.
“Dengan adanya pusat permainan anak-anak tersebut, maka Pasar Baru menjadi lebih ramai dikunjungi oleh keluarga,” kata Sunardi.
Selain itu, Sunardi juga mengeluhkan adanya pesta pertunjukan musik pada malam hari yang dinilai sangat merugikan pedagang Pasar Baru.
“Pesta pertunjukan musik tersebut tidak memperhatikan kebersihan, sehingga menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu para pedagang,” kata Sunardi.
Sunardi berharap, DPRD Kabupaten Magetan dapat menindaklanjuti keluhan para pedagang Pasar Baru.
“Kami berharap, DPRD Kabupaten Magetan dapat memfasilitasi permintaan kami untuk mengembalikan pusat permainan anak-anak, mempermudah akses menuju Pasar Baru, dan meninjau kembali keberlangsungan pesta pertunjukan musik pada malam hari,” kata Sunardi.
Ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti keluhan Paguyuban Pedagang Pasar Baru.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti keluhan para pedagang Pasar Baru,” kata legislator Partaai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Sujatno juga meminta para pedagang Pasar Baru untuk bersabar menunggu hasil tindak lanjut dari DPRD Kabupaten Magetan. [fiq/aje]






