Gresik (beritajatim.com) – Pasar Baru II Kota Gresik yang terbakar segera dibangun darurat. Langkah ini diambil agar para pedagang bisa berjualan lagi.
Berdasarkan data Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat ada 33 lapak. Dari jumlah tersebut, 27 lapak mengalami kebakaran. Sementara 6 lapak sisanya masih dalam kondisi aman.
“Yang terbakar 27 stan dari total 33 stan. Mereka merupakan lapak sepeda onthel bekas, toko elektronik, servis kulkas, warkop, kayu kilon hingga potong rambut,” ujar Kepala UPT Pasar Baru II Gresik, Muanan, Selasa (12/12/2023).
Ia menambahkan, terkait dengan kejadian itu. Diskoperindag telah menghitung kerugian akibat kebakaran Pasar Baru II tersebut. Diperkiakan mencapai Rp 950 juta. Selain kerugian karena terbakar, para pedagang kini untuk sementara waktu tidak bisa berjualan. “Kami berencana membangun lapak sementara untuk para pedagang mengingat untuk lapak seperti sebelumnya memerlukan waktu yang lama,” imbuhnya.
Para pedagang di Pasar Baru II lanjut Muanan, nantinya menggunakan sistem sewa untuk berjualan disana. Masing-masing memegang surat izin menempati (SIM) yang beraku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang. Saat ini status SIM para pedagang masih aktif. “Ini secepatnya akan diperbaiki. Paling cepat kemungkinan lapak sementara agar pedagang bisa segera berjualan,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Pasar Baru II di Jalan Gubernur Suryo Gresik mengalami kebakaran pada Kamis (7/12). Muncul dua dugaan penyebab kebakaran tersebut, yakni konsleting listrik atau disebabkan karena kompor dari salah satu lapak. Bangunan yang berupa semi permanen membuat api membesar dengan cepat. Tidak butuh waktu lama si jago merah langsung menghanguskan 27 lapak di Pasar Baru II Gresik. [dny/kun]
BACA JUGA: Jalan Pantura Duduksampeyan Gresik Menelan Korban Lagi






