Surabaya (beritajatim.com) – Partai Golkar sukses menarik perhatian masyarakat Surabaya lewat pemasangan baliho yang tidak mencantumkan foto tokoh. Banyak yang menilai ini menjadi fenomena baru di dunia politik.
Pengamat politik dari Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam menilai DPD Partai Golkar Surabaya, Jawa Timur, telah membuat gebrakan. Partai berlambang beringin ini mulai meninggalkan narsisme politik.
“Era narsis sepertinya sudah bukan lagi zamannya. Parpol silahkan buat pesan politik sekreatif mungkin,” kata Surokim di Surabaya, Jumat (14/10/2022).
Pernyataan tersebut tidak lepas dari beredarnya baliho dengan kalimat “Izinkan kami terus melayani” menyongsong HUT ke-58 Partai Golkar yang terpasang di sejumlah Jalan protokol di Kota Surabaya.
Baliho tersebut dianggap berbeda dengan sejumlah baliho partai lainnya yang gemar memasang foto baik calon Presiden maupun menampilkan sosok calon anggota legislatif.
Menurut Surokim, era sosialisasi politik kekinian jelas butuh pendekatan baru. Pesan politik harus lebih bersifat empatik dan persuasif.
“Hindari pesan selfie dan narsistik. Pesan-pesan politik harus lebih soft dan berdimensi publik. Kekuatan pesan politik saat ini ada di daya persuasif positif, jadi lebih ke soft marketing,” kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini.
[berita-terkait number=”3″ tag=”partai-golkar”]
Surokim menilai Golkar Surabaya peka terhadap situasi itu dan mulai memahami kebutuhan politik saat ini. “Saya pikir ini positif dan perlu dilanjutkan,” ujarnya.
Sekaligus, kata dia, untuk edukasi publik agar politik kian positif, mendorong dan meningkat menjadi politik solutif, politik forum yang menguatkan gagasan dan politik kebangsaan dan politik publik empatik.
“Saya pikir sekarang eranya sudah berbeda dan perlu strategi mengemas pesan politik,” katanya. [asg/beq]






