Malang (beritajatim.com) – Para modin Kota Malang menyatakan dukungan penuh kepada calon Wali Kota Malang nomor urut 3, Moch Anton, yang akrab disapa Abah Anton. Deklarasi dukungan ini dilakukan dalam pertemuan di kafe Robusto Tlogomas pada Rabu (6/11/2024). Para modin se-Kota Malang hadir untuk mendukung visi Abah Anton dalam menjadikan Kota Malang sebagai kota yang lebih agamis dan sejahtera.
Dalam sambutannya, Abah Anton menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan para modin dan tokoh-tokoh agama di Kota Malang. Menurutnya, peran modin sangat penting dalam tugas-tugas keagamaan yang membantu syiar Islam di berbagai wilayah.
“Ke depan, tentu banyak aspek yang harus diperhatikan demi mewujudkan Kota Malang yang semakin maju, utamanya Kota Malang yang agamis sesuai syari’at Islam. Salah satunya ialah kesejahteraan dari para guru ngaji, marbot, dan TPQ-TPQ di banyak tempat,” ujar Abah Anton.
Abah Anton juga menegaskan bahwa keputusannya maju sebagai calon Wali Kota didorong oleh arahan dari para ulama dan kiai. Selain itu, ia berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis sebelumnya, termasuk Program Ekonomi Umat yang akan memberdayakan masyarakat NU dengan sinergi bersama pemerintah daerah.
Pertemuan deklarasi dukungan ini turut dihadiri Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafakih. Diskusi mengenai peran modin dalam isu pernikahan juga berlangsung, terutama tentang edukasi masyarakat untuk mengurangi angka pernikahan di bawah umur.
“Berdasarkan data survei, kasus nikah muda di bawah umur dari Januari hingga Juli 2024 mencapai 120 kasus. Ini menjadi PR bersama, termasuk peran modin dalam edukasi masyarakat,” ujar Hikmah.
Imam AS, Koordinator Modin Kecamatan Lowokwaru, mengungkapkan alasan mendukung Abah Anton. Ia menyebut sosok Abah Anton dikenal dekat dengan masyarakat kecil dan sering bersedekah.
“Saya yakin Abah Anton menang. Saya tahu sendiri bagaimana sosok beliau yang rajin sedekah dan selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi dari berbagai masalah,” ujar Imam. [luc/beq]






