Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Bulak, Irfan Basier, memberikan pesan tegas dalam pelantikan dan pembekalan Panitia Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang berlangsung di Palm Park Hotel & Convention.
Acara tersebut dihadiri oleh 62 PTPS serta berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, camat, lurah, hingga perwakilan dari Polsek dan Danramil.
Dalam arahannya, Irfan mengingatkan pentingnya kesungguhan dalam melaksanakan tugas pengawasan pemilu. Ia menegaskan bahwa pemilu bukanlah pesta atau perayaan, melainkan sebuah ujian yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
“Pemilihan bukan sebuah pesta, pemilihan bukan sebuah perayaan, tetapi pemilihan adalah ujian yang harus kita kerjakan dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya,” ujar Basier, Senin (4/11/2024).
Lebih lanjut, Basier juga menekankan agar para PTPS bekerja secara teliti, cermat, dan cerdas sesuai dengan amanat undang-undang. Dia berharap PTPS tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban semata tetapi juga memiliki integritas dalam menemukan pelanggaran atau masalah di lapangan.
“PTPS jangan hanya gugur kewajiban saja, menerima honor tetapi kelolosan terkait temuan-temuan di lapangan,” tegas alumnus FISIP Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini.
Dia juga mengajak PTPS beradaptasi dengan teknologi untuk menjaga integritas pemilu.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengawasan, Irfan juga memperkenalkan Sistem pengawasan pemilih (Siwaslih), sebuah sistem pengawasan berbasis aplikasi yang dirancang untuk mempermudah tugas PTPS, PKD, dan Panwascam dalam mengawasi proses pemilu.
Dengan teknologi ini, Basier berharap PTPS lebih mudah dan cepat dalam mengidentifikasi pelanggaran baik sebelum, saat, maupun sesudah pemungutan suara.
“Siwaslih mempermudah PTPS dalam pengawasan, maka dari itu sudah seharusnya sesuai dengan yang saya tekankan. PTPS harus melek teknologi,” pungkas dia. [asg/ian]







1 Komentar
Mantap