Lamongan (beritajatim.com) – Kepulangan Dendy Sulistyawan ke Persela Lamongan bukan sekadar soal karier atau pilihan profesional.
Bagi penyerang asal Lamongan itu, kembali mengenakan seragam Laskar Joko Tingkir adalah jawaban atas panggilan hati untuk pulang ke tanah kelahirannya.
Setelah lebih dari tujuh tahun berkarier di luar Lamongan, Dendy akhirnya kembali ke klub yang membesarkan namanya. Perasaan bahagia tak bisa disembunyikan saat ia resmi kembali menjadi bagian dari Persela.
“Kalau perasaan, yang pertama pasti alhamdulillah senang ya. Akhirnya setelah mungkin lebih dari tujuh tahun, akhirnya bisa kembali lagi membela tim tanah kelahiran,” kata Dendy, Jumat (12/6/2026).
Pemain berusia 29 tahun itu mengungkapkan, proses kepulangannya tak lepas dari dukungan penuh manajemen Persela dan komunikasi intens yang terus terjalin selama ini.
“Yang pasti ini berkat dukungan dari manajemen Persela sendiri yang support banget. Terus ada juga peran dari Mas Yunan yang selalu komunikasi baik dengan saya. Dan ya, mungkin sudah ditakdirkan, sudah saatnya untuk pulang. Jadi semua jalan sampai ke sini pun cukup dimudahkan,” katanya.
Tawaran menggiurkan dari sejumlah klub elit Super League, tak menggoyahkan niat Dendy untuk pulang ke Persela. Dendy mengaku ada satu alasan yang menjadi faktor terbesar di balik keputusannya kembali ke Lamongan.
“Yang pasti pertama mungkin salah satunya panggilan jiwa ya. Apalagi saya dulu lahir dari Persela, sebelum saya ke Bhayangkara. Jadi ya itu tadi, panggilan jiwa, bahwasanya ini saatnya saya untuk pulang dan kembali lagi membawa kejayaan di Persela,” tuturnya.
Bagi Dendy, kembali ke Persela sebenarnya bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba. Sejak meninggalkan Lamongan beberapa tahun lalu, pesepakbola asal Kecamatan Ngimbang itu sudah menyimpan keinginan untuk suatu hari kembali membela Laskar Joko Tingkir.
“Kalau untuk pulang ke Persela itu, sebelum saya keluar dari Persela, saya sudah berpikir bahwasanya suatu saat saya akan pulang. Karena sedari kecil saya bercita-cita memang bermain untuk Persela,” ucapnya.
Bahkan, pemain yang pernah memperkuat Timnas Indonesia itu memiliki impian untuk menutup perjalanan karier profesionalnya bersama klub yang telah membentuknya sejak usia muda.
“Saya juga punya cita-cita bahwasanya suatu saat akan mengakhiri karier di Persela juga,” kata Dendy. (fak/ted)






