Banyuwangi (beritajatim.com) – Para petani kopi rakyat di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi sumringah. Panen raya tahun ini, produksi meningkat serta harga kopi naik.
Desa Gombengsari yang berada di kaki pegunungan Ijen diketahui menjadi salah satu lokasi tempat produksi pertanian utamanya adalah kopi robusta. Ada pula kopi jenis lain yakni ekselsa. Luasan kebun kopi rakyat di sana sekitar 700 hektare.
Kebun kopi rakyat menyebar di berbagai lokasi. Saat berada di desa tersebut, tanaman kopi bisa ditemui dengan mudah di kanan-kiri jalan. Tanaman kopi bertumpang sari dengan lainnya seperti pohon kelapa.
Sekretaris Kelompok Tani setempat Abdurahman mengatakan, panen raya berlangsung tiga bulan. Mulai Juli hingga September.
Pada awal Juli, harga kopi sempat turun antara Rp 45 ribu hingga Rp 48 ribu per kilogram (kg). Tapi penurunan tak bertahan lama. Kini, harga kopi kualitas yang sama berkisar antara Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per kg.
“Itu yang kualitas asalan. Kalau yang grade bagus, yang petik merah dan tersortir, bisa mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kg,” kata Abdurahman.
Sementara dari sisi hasil panen, mayoritas produksi meningkat. Abdurahman mencontohkan, sehektare lahan menghasilkan lebih dari 1 ton kopi. Tahun sebelumnya hanya sekitar 8 kuintal. “Kenaikan produksi rata-rata 20 persen. Bisa dibilang tahun ini panen kopi di Gombengsari hasilnya bagus,” ucapnya.
Ada beberapa faktor penyebab produksi kopi meningkat. Selain faktor cuaca, pola tanam budidaya petani juga membaik. Saat harga kopi melambung dua tahun terakhir, para petani makin peduli dengan kebun yang mereka olah.
“Dulu kopi murah, merawatnya asal-asalan. Karena beberapa tahun terakhir harga bagus, lahan mulai dibersihkan, dipupuk, cabangnya rutin dipangkas, dan sebagainya. Jadi wajar kalau produksi meningkat,” jelasnya.
Dia mengaku umumnya kopi hasil panen petani Gombengsari dibeli oleh tengkulak. Tapi mulai banyak warga setempat yang mengolah kopi secara mandiri dan menjualnya dalam bentuk bean atau bubuk.
“Karena Gombengsari sekarang juga dikenal sebagai desa wisata kopi, produk kami banyak juga yang diminati para wisatawan luar negeri. Mereka beli sebagai oleh-oleh,” kata pria yang juga menjaga Ketua Kelompok Sadar Wisata itu. [kun]






