Ringkasan Berita:
- Panen raya jagung kuartal II 2026 dilaksanakan serentak di lahan 189.760 hektare dengan potensi hasil 1,23 juta ton.
- Sebagian hasil panen akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi-Babang, Kalimantan Barat.
- Panen raya di Kabupaten Tuban dilakukan di lahan perhutanan sosial seluas 101,5 hektare, melibatkan empat kelompok pengelola.
Tuban (beritajatim.com) – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melaporkan panen raya jagung kuartal II tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung serentak di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton jagung. Sebagian hasil panen juga direncanakan diekspor ke Malaysia.
Panen jagung kuartal II 2026 di Kabupaten Tuban dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus dukungan pemerintah terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di berbagai daerah.
Dalam laporannya, Kapolri menegaskan, “Secara khusus di Kabupaten Tuban, panen raya dilakukan di atas lahan seluas 101,5 hektare yang merupakan lahan perhutanan sosial.”
Lahan tersebut dikelola oleh empat kelompok, yakni KTH Wonolestari, LMDH Jenggolomanik, LMDH Wonomoyo, serta lahan PT Semen Indonesia, dengan potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton.
Seluruh hasil panen akan disalurkan ke Bulog guna mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah dan menjaga stabilitas pasokan. Menurut Kapolri, kegiatan panen serentak ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan nasional, meningkatkan produktivitas pertanian, dan membuka peluang pasar ekspor bagi hasil pertanian Indonesia.
“Dukungan terhadap modernisasi alat pertanian dan penguatan koperasi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ekonomi desa di berbagai daerah,” pungkas Kapolri. [dya/suf]






