Tuban (beritajatim.com) – Sejumlah petani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Rahayu Kecamatan Soko Kabupaten Tuban panen perdana hasil pertanian organik. Panen padi perdana yang menggunakan sistem pertanian organik ini hasilnya meningkat signifikan dibanding metode pertanian konvensional.
“Dulu sebelum melaksanakan pertanian organik, kami hanya bisa paling banyak panen 2 ton per hektar. Saat ini di musim pertama pertanian organik kami mampu panen rata-rata 7 ton per hektar,” ujar Ketua Gapoktan Desa Rahayu Sutikno, Selasa (03/10/2023).
Pertanian organik tersebut merupakan salah satu program yang dilaksanakan PEP Sukowati Field, bagian dari Zona 11 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina sejak bulan Mei 2023 untuk mendukung ketahanan pangan di desa tersebut.
Baca Juga: Aliansi Buruh di Yogyakarta Peringati Oktober sebagai Bulan Inkonstitusional
Manager Sukowati Field Totok Parafianto menyampaikan pentingnya program ini untuk dapat dikembangkan lebih luas lagi sehingga penerima manfaat program semakin banyak. Sehingga, kedepannya diharapkan program akan lebih berkembang serta petani-petani lebih berdaya dan mandiri.
“Program ini akan kami kawal dan evaluasi sesuai dengan rencana kerja program yang disusun bersama. Sebagai permulaan ini telah menunjukan hasil yang baik,” ujarnya.
Sementara perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tuban Suyanto menyampaikan apresiasi kepada PEP Sukowati Field yang telah membantu petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Desa Rahayu melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Pertanian Organik ini.
Baca Juga: Jenguk Anak Korban KDRT Keluarga Buruh Migran di Magetan, Diana Sasa: Pelaku Harus Dihukum Berat!
“Program ini sejalan dengan visi-misi Kabupaten Tuban untuk mewujudkan Tuban Sejahtera, Berkeadilan, Berbudaya, Berdaya Saing dan Berbasis Lingkungan. Kami sampaikan apresiasi PEP Sukowati Field yang telah turut membantu meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Tuban,” ucapnya.
Kedepannya program ini diharapkan mampu menjadi sarana peningkatan pendapatan petani melalui peningkatan hasil panen. Tuban yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional memiliki potensi yang besar untuk pengembangan pertanian organik. Selain memperkuat potensi tersebut dengan meningkatkan produktivitas padi, perlu memperhatikan kualitas lingkungan dengan metode yang ramah lingkungan.
Untuk diketahui, program pertanian organik tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Pertanian Organik Antasena yang beranggotakan 48 petani. Melalui kajian yang dilakukan oleh Universitas Nasional, Jakarta, program pertanian organik di Desa Rahayu ini mampu berkontribusi pada perbaikan lingkungan melalui subtitusi pupuk kimia sebanyak 400 Kg per hektar menjadi pupuk organik sebanyak 3-4 ton per hektar.
Hal ini berdampak pada perbaikan tanah sawah yang berpotensi terjadinya kerusakan akibat residu pupuk kimia pada lahan pertanian seluas 1 Hektar. Selain itu, pemanfaatan 4-5 Ton kotoran ternak menjadi pupuk organik berkontribusi dalam menghasilkan C-Organik sebesar 2,24 persen Poshpor 96,80 ppm P2O5 dan unsur Nitrogen sebesar 0,11 persen. Hal ini termasuk dalam kategori sedang dalam standar kesuburan tanah sawah.
Baca Juga: Forum Honorer Jember Tuntut Perekrutan PPPK Guru Ditunda
Sekadar informasi, panen perdana pertanian organik teraebut dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Tuban yang diwakili oleh Dinas Pertanian Tuban serta Forkopimcam Soko. Kegiatan panen bersama ini dilakukan dengan diawali gowes bersama seluruh management Sukowati Field menuju lokasi sawah pertanian organik. Seluruh management mengikuti rangkaian acara gowes dan panen bersama langsung di lahan pertanian organik milik kelompok. [lus/ian]






