Surabaya (beritajatim.com) – Pandemi ternyata tak membuat animo investasi di kalangan warga Surabaya tidak menurun. PT Kontak Perkasa Futures (KPF) Cabang Surabaya mencatat volume transaksi naik hingga 35 persen.
Dalam laporan kinerja perusahaan KPF tahun 2021, perusahaan ini menorehkan prestasi kenaikan total volume transaksi tahun 2021 sebesar 35% dari tahun sebelumnya, yaitu 53.488 lot.
Adapun jumlah nasabah sebanyak 212 orang. Mengalami kenaikan 25% dari tahun sebelumnya. Nasabah yang terdaftar berasal dari berbagai profesi.
“Membuka tahun 2022, kinerja PT KPF mengalami kenaikan secara signifikan. Tiga bulan ini, perusahaan sudah mencatatkan total volume transaksi sebanyak 17.132 lot, dan jumlah nasabah 56 orang. Tiga bulan pertama ditahun 2021 mencatatkan volume transaksi sebanyak 13.177 lot jikalau dibanding dengan volume transaksi ditahun ini saja sudah bisa kita pahami bahwa kenaikan mencapai 30%” terang Pimpinan Cabang KPF Surabaya, M Luthfi Jundiaturridwan, Rabu (16/3/2022).
Lebih lanjut, Lutfi mengakui kenaikan kinerja KPF Surabaya sebagai bukti kualitas pelayanan marketing. Sebesar 80% tenaga pialang generasi milenial menjadi nilai tambah bagi perusahaan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”saham”]
Lutfi menambahkan, semua marketing sudah melalui berbagai proses penerimaan dan pelatihan insentif. Dalam meningkatkan kompetensi, mereka dilatih untuk terus meningkatkan keterampilan teknis dan softskill.
“Perusahaan juga menekankan pelatihan marketing agar melakukan pelayanan berbasis digital. Satu di antaranya ialah mereka dilatih untuk memanfaatkan berbagai platform media sosial dalam berinteraksi dengan nasabah,” kata Luthfi
Beragam instrumen trading membuat para calon investor terkadang kebingungan menentukan pilihan. Apalagi bagi orang yang baru memulai belajar investasi. Satu di antara berbagai cara mengatasi permasalahan calon trader ialah berinvestasi menggunakan jasa pialang. Pialang atau broker merupakan individu atau perusahaan yang berperan sebagai perantara jual dan beli di pasar modal atau perdagangan berjangka.
“Pelayanan nasabah akan tetap menjadi fokus utama. Visi perusahaan ialah memberikan edukasi, kenyamanan, dan keamanan nasabah dalam bertransaksi,” tutup Lutfi. [rea]






