Gresik (beritajatim.com) – Pedagang bendera musiman di Gresik mengalami penurunan omset 40 persen akibat terdampak Covid-19. Kendati sepi pembeli tetapi para pedagang yakin omset penjualannya akan meningkat menjelang 17 Agustus mendatang.
Saat ini para pedagang bendera musiman bermunculan di sudut-sudut Kota Gresik. Di antaranya di pinggir Jalan Raya Cerme.
Mereka memanfaatkan trotoar pinggir jalan protokol maupun ruas jalan arteri untuk menjajakan bendera, umbul-umbul, hingga tiang bendera.
Namun kondisi sekarang berbeda dengan perayaan hari kemerdekaan sebelumnya. Di masa pandemi Covid-19 ini omset penjualannya menurun.
Sunaryo (40) salah satu pedagang bendera musiman menuturkan, pada kondisi normal omset penjualannya mencapai 30 hingga 40 unit per harinya.
“Sejak ada pandemi penjualannya menurun hingga kisaran 40 persen atau 15 unit per harinya,” ujarnya, Kamis (5/08/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-gresik”]
Menurutnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 menyebabkan turunnya daya beli masyarakat.
“Meski sepi pembeli tetap yakin omset penjualannya akan meningkat saat mendekati perayaan 17 Agustus,” tuturnya.
Sementara Agus Ismanto warga Cerme mengatakan, kendati ada pandemi tidak menyurutkan semangat warga merayakan HUT ke 76 RI dengan mengibarkan bendera merah putih dan umbul-umbul di lingkungan rumahnya.
“Kami belanja bendera secukupnya untuk mengganti tiang bendera yang kondisinya sudah tidak layak pakai,” ungkapnya. [dny/but]






